Janji Bakal Atasi Penyebaran COVID-19, PM Yoshihide Suga Dapat Dukungan dari Mayoritas Warga Jepang
REUTERS
Dunia

Di hari pertamanya sebagai PM Jepang yang baru, Suga berjanji akan menahan laju penyebaran COVID-19, membangkitkan kembali sektor perekonomian yang dihantam resesi, serta mendorong reformasi.

WowKeren - Sekitar 66,4 persen masyarakat Jepang mendukung pemerintahan Perdana Menteri mereka yang baru, Yoshihide Suga. Angka ini didapat berdasarkan jajak pendapat kantor berita Kyodo. Survei yang dilakukan melalui sambungan telepon ini dilakukan pada Kamis (17/9) dua hari setelah Suga naik menjadi Perdana Menteri Jepang menggantikan Shinzo Abe yang mengundurkan diri.

Suga yang menjadi perdana menteri di usianya hampir 80 tahun berjanji akan menahan laju penyebaran virus corona (COVID-19), membangkitkan kembali sektor perekonomian yang dihantam resesi, serta mendorong reformasi. Mantan sekretaris kabinet itu juga mempertahankan separuh kabinet Shinzo Abe di bawah kepemimpinannya.

Dalam sambutan pertamanya setelah terpilih oleh parlemen, Suga menekankan bahwa kabinetnya akan melanjutkan kebijakan yang telah dibuat oleh pendahulunya, Shinzo Abe. "Kami perlu meneruskan kebijakan yang didorong oleh pemerintahan Abe. Saya rasa itulah misi yang saya punya," kata Suga.

Dalam sambutannya ini, Suga menolak mengomentari kabar yang menyebut jika pemilihan perdana menteri dipercepat demi mengkonsolidasikan posisinya. Suga mengatakan jika ia hanya akan berfokus pada keinginan publik untuk mengakhiri pandemi dalam waktu dekat dan memulihkan perekonomian.

"Sampai pada pencegahan penyebaran infeksi dan membangun kembali ekonomi adalah apa yang paling mereka (publik) inginkan. Kami berharap untuk melakukan yang terbaik dalam masalah ini dulu."

Sebagai informasi tambahan, Suga telah mengatakan kepada Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai tentang niatnya mencalonkan diri dalam pemilihan sejak Abe mengundurkan diri. Sedangkan Shinzo Abe telah melimpahkan kewenangannya kepada Nikai untuk mengambil keputusan terkait pemilihan pemimpin yang baru.


Selain sebagai Sekretaris Kabinet, Suga juga dikenal sebagai juru bicara pemerintah Jepang sejak Abe kembali berkuasa pada akhir 2012 lalu. Sehingga terpilihnya dirinya sebagai pengganti Abe dirasa tak terlalu mengejutkan.

Di sisi lain, Shinzo Abe mengumumkan kabar pengunduran dirinya dalam konferensi pers di Tokyo. Perdana Menteri dengan masa jabatan terlama di Jepang tersebut mengundurkan diri karena sakit dan ingin berobat.

Saat mengundurkan diri, Shinzo Abe sendiri meminta maaf pada masyarakat Jepang sebab tidak bisa menyelesaikan masa jabatannya. Menurut Abe, itu adalah keputusan yang sulit. "Saya membuat keputusan bahwa saya tidak melanjutkan pekerjaan saya sebagai perdana menteri," kata Abe. "Saya harus melawan penyakit dan perlu dirawat," tutur Abe dalam pernyataan resmi.

"Meskipun masih ada satu tahun lagi dalam masa jabatan saya dan ada tantangan yang harus dihadapi, saya telah memutuskan untuk mundur sebagai perdana menteri," lanjut Abe.

Shinzo Abe diketahui mengalami ulcerative colitis, sejenis radang usus besar kronis. Keputusan ini diambil di tengah upaya Jepang memerangi pandemi COVID-19 beserta memulihkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kapasitas pertahanan Jepang.

Sejumlah pemimpin dunia memberi dukungan dan doa untuk kesembuhan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Mereka mengaku cukup menyesal mendengar kabar bahwa Abe memutuskan mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts