Uni Eropa Diminta Beri Sanksi pada Rusia Atas Kasus Peracunan Navalny
Pxhere
Dunia

Uni Eropa sendiri sebelumnya pernah memberikan sanksi pada Rusia terkait peracunan mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya di Inggris yang juga menggunakan Novichok.

WowKeren - Perlemen Eropa meminta Uni Eropa memberikan sanksi keras pada Rusia atas peristiwa keracunan tokoh oposisi Alexei Navalny. Anggota majelis mengatakan Navalny yang diracun menggunakan zat saraf era Uni Soviet, Novichok, adalah bagian dari upaya sistematis pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membungkam oposisi.

"Pembunuhan politik dan peracunan di Rusia adalah instrumen sistematis dari rezim yang sengaja menargetkan oposisi," kata Parlemen Eropa, sebagaimana dikutip dari CNN.

Uni Eropa sendiri sebelumnya pernah memberikan sanksi pada Rusia terkait peracunan mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya di Inggris yang juga menggunakan Novichok. Namun dalam kasus Navalny sejauh ini belum ada pelaku yang diidentifikasi, sehingga masih sulit menjatuhkan sanksi individu.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan, setiap langkah yang terkait Navalny yang berbuah sanksi merupakan anti-Rusia dan menuduh pemerintah barat tidak ingin mengetahui kebenaran yang terjadi kepadanya.

"Tujuan sebenarnya dari kampanye Uni Eropa adalah untuk memastikan keberlanjutan jalur destruktif yang diadopsi Uni Eropa terhadap negara kami," kata Zakharova.


Di sisi lain, racun saraf Novichok yang digunakan untuk meracuni Navalny dilaporkan terdeteksi pada botol air kosong dari kamar hotelnya di kota Tomsk Siberia. Tim Navalny menyatakan, penemuan Novichok itu menunjukkan dia diracun di sana dan bukan di bandara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Sebelumnya, Navalny jatuh sakit parah dalam penerbangan domestik di Rusia bulan lalu kemudian diterbangkan ke Berlin untuk mendapatkan perawatan. Jerman mengatakan Navalny diracuni oleh racun saraf Novichok, sedangkan Rusia mengatakan belum melihat bukti bahwa kritikus Kremlin tersebut diracun.

Laporan tim Navalny ini dibagikan setelah Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menolak klaim Jerman yang menyebut bahwa Pemimpin Oposisi Alexei Navalny diracun. Menurutnya, Navalny tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan sebelum dia diterbangkan ke Berlin untuk menerima perawatan.

"Merupakan fakta bahwa saat Alexei Navalny meninggalkan wilayah Rusia, tidak ada racun dalam tubuhnya. Karena itu, kami memiliki banyak pertanyaan kepada pihak Jerman," kata Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin.

"Dokter dari rumah sakit Omsk menyelamatkan nyawa Navalny dan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan paling mendalam," ujar Naryshkin.

Sebagai informasi tambahan, Novichok adalah racun saraf yang pernah digunakan untuk meracuni agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018 lalu. Novichok juga merupakan racun yang digunakan oleh badan intelijen rahasia era Uni Soviet.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts