Gereja Kristen Ortodoks AS Minta PBB Kembali Batalkan Status Hagia Sophia sebagai Masjid
Getty Images
Dunia

Keuskupan Agung Gereja Ortodoks Yunani AS menyatakan mendesak PBB untuk meminta pertanggungjawaban Turki atas kebijakannya yang seolah hendak menghapus warisan budaya Kristen Ortodoks.

WowKeren - Keuskupan Agung Gereja Kristen Ortodoks Yunani di Amerika Serikat mengajukan petisi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mendesak Turki membatalkan penetapan status Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

Sebagaimana dilansir dari CNN pada Rabu (30/9), mereka meminta PBB untuk mendesak pemerintah Turki untuk tetap menjaga simbol-simbol dan budaya Kristen Ortodoks di Hagia Sophia.

Keuskupan Agung Gereja Ortodoks Yunani AS menyatakan mendesak pelapor khusus PBB untuk meminta pertanggungjawaban Turki atas kebijakannya yang seolah hendak menghapus warisan budaya Kristen Ortodoks. Mereka menyatakan PBB harus mempertimbangkan soal hak-hak kebudayaan dan kelompok minoritas serta kebebasan beragama.

"Dengan mengubah status, struktur dan nama situs UNESCO, yang sangat penting bagi kaum Kristen Ortodoks, pemerintah Turki telah melanggar kewajiban untuk menjaga warisan budaya dan menghormati hak politik, budaya dan kebebasan beragama kelompok Kristen Ortodoks di Turki dan tempat lain yang dijamin oleh hukum internasional," kata penasihat Keuskupan Agung Gereja Kristen Ortodoks Yunani AS, Christina Hioureas.


Mereka berharap PBB dan salah satu badannya, UNESCO, serta sejumlah negara anggota bisa menekan Turki untuk mengubah keputusan yang memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid. "Hagia Sophia dibangun 1500 tahun yang lalu untuk menjadi katedral dan gereja pertama Patriarki Ekumenikal," kata Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani AS, Elpidophoros.

Sebagai informasi tambahan, Majelis Negara Turki pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. Selama ini, Hagia Sophia memang berstatus menjadi museum sejak beberapa dekade silam.

Upaya Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.

Namun keputusan Turki untuk menfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid menuai kekecewaan dari beberapa negara. Pasalnya, bangunan yang terletak di tepi Selat Bosporus, Istanbul itu awalnya adalah gereja yang dibangun Kekaisaran Byzantium dan sempat dikuasai Kekaisaran Romawi, saat mereka menguasai Turki sekitar 1.500 tahun lalu. Kendati demikian, Presiden Erdogan sendiri telah menegaskan bahwa mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah terkait kedaulatan Turki.

Meski begitu, dalam pidatonya Presiden Erdogan memastikan bahwa ikon Kristen akan tetap terpasang di Hagia Sophia, meski bangunan itu telah beralih fungsi menjadi masjid. Ia juga menyatakan fungsi masjid tak menjadikan Hagia Sophia hanya eksklusif untuk umat Muslim.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts