Kematian Akibat COVID-19 Tembus Lebih dari 1 Juta, WHO Klaim Belum Terlambat untuk Balikkan Keadaan
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Saat ini, jumlah kasus COVID-19 di dunia telah menyentuh angka lebih dari 34 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 1,018,209 korban tewas, dengan 25 juta pasien dinyatakan sembuh.

WowKeren - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan tidak ada kata terlambat untuk membalikkan keadaan, menyusul laporan lebih dari satu juta kematian akibat COVID-19 di seluruh dunia.

"Sekarang satu juta orang telah tiada karena COVID-19 dan lebih banyak lagi yang menderita karena pandemi tersebut," ujar Tedros, sebagaimana dikutip dari Independent pada Kamis (1/10).

Tedros lantas mengatakan virus corona dapat diatasi secara efektif melalui tindakan kesehatan masyarakat, selagi menunggu hasil penelitian dan pengembangan vaksin. "Tonggak sejarah ini adalah momen yang sulit bagi dunia tapi ada secercah harapan yang menyemangati kami di saat ini dan di masa depan. Tidak ada kata terlambat untuk membalikkan keadaan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tedros kemudian menguraikan empat langkah penting untuk mengendalikan pandemi, dimulai dengan pencegahan penularan dan melindungi kelompok rentan. Dirjen WHO tersebut menekankan perlunya tanggung jawab individu dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Kemudian pemerintah didorong untuk menemukan, mengisolasi, menguji, merawat pasien, melacak dan mengkarantina kontak erat.


"Saat tonggak hari ini memberi kita jeda untuk merenung, ini adalah momen bagi kita semua untuk bersatu, dalam solidaritas, untuk melawan virus ini," paparnya.

"Sejarah akan menilai kami atas keputusan yang kami buat dan tidak kami buat di bulan-bulan mendatang. Mari raih kesempatan dan jembatankan batas-batas nasional untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian," pungkasnya.

Tedros juga memuji negara-negara tertentu terutama Thailand, Italia, Uruguay, dan Pakistan atas penanganan pandemi di negara mereka. Tedros juga mengulangi seruannya untuk mendanai ACT-Accelerator yang dipimpin WHO, pengumpulan dana secara global untuk membiayai vaksin, diagnostic, dan perawatan COVID-19.

Saat ini, jumlah kasus COVID-19 di dunia telah menyentuh angka lebih dari 34 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 1,018,209 korban tewas, dengan lebih dari 25 juta pasien dinyatakan sembuh. Dengan ini, masih ada sebanyak 7,713,699 kasus aktif yang masih terus ditangani.

Sejauh ini negara-negara seperti Amerika Serikat, India, dan Brasil menjadi penyumbang angka kasus baru maupun jumlah kematian terbesar di seluruh dunia. Ada pula Rusia, Kolombia, hingga Peru dan Spanyol yang juga terus mencatatkan lonjakan kasus baru secara signifikan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts