Jubir Vanuatu Soal Komentar Rasis Indonesia di Instagram Resmi: Serangan Terkoordinasi
Instagram/vanuatuislands
Dunia

Jubir Vanuatu menanggapi komentar rasisme yang ditinggalkan warganet Indonesia di Instagram resminya. Komentar rasis ini akibat Vanuatu yang ikut campur soal Papua di Sidang PBB.

WowKeren - Permasalahan HAM di Papua kembali membuat hubungan Indonesia dan Vanuatu memanas. Pasalnya di Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan kemarin, Vanuatu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Papua yang kemudian memancing amarah masyarakat Indonesia.

Sayangnya ketidaksetujuan ini juga ditunjukkan warganet Indonesia lewat cara yang salah. Pasalnya warganet meninggalkan komentar bernada rasis di akun Instagram resmi negara kecil itu.

Serangan di media sosial ini pun ikut ditanggapi oleh pihak Vanuatu. Manajer Komunikasi Vanuatu Tourism Office, Nick Howlett, mengaku tidak terkejut dengan apa yang dilakukan warganet itu. Bahkan mereka menilai Indonesia menyerang mereka dengan tindakan rasis yang terkoordinasi.

"Beberapa di antaranya terlihat sebagai perilaku tidak autentik yang terkoordinasi," ujar Howlett, dilansir pada Kamis (1/10). "Karena tidak terlihat asli dan tidak merefleksikan tindakan yang biasanya terjadi."

Menurut Howlett, selalu ada komentar-komentar bernada rasisme setiap kali negaranya mengomentari Papua di forum internasional. Bahkan tak jarang yang memberi komentar adalah akun-akun bodong.


Namun semua komentar itu, imbuh Howlett, tak akan dihapus karena dikhawatirkan akan memperburuk situasi. "Kami adalah negara demokrasi yang juga menerima Indonesia. Dan, bukan kebijakan kami mengucilkan orang," tegas Howlett.

Memang ketika dipantau di akun Instagram resmi Vanuatu, komentar setiap postingan sudah dinonaktifkan. Padahal ketika dipantau pada Selasa (29/9) kemarin, kolom komentar masih bisa dibuka dan memang dipenuhi dengan tulisan bernada rasisme dari warganet Indonesia.

""Opooo kowe c**. Ora jelas cah gemblung," tulis @ar***in. "Potret anak-anak kurang gizi," kata @bas***nt. "Kesian amat tampang2 kurang gizi," imbuh @mi***6.

Perihal komentar menyakitkan ini juga ditanggapi oleh Kementerian Luar Negeri. Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, menyayangkan warganet yang malah menyampaikan komentar rasis ketika Indonesia juga kaya akan ras dan kebudayaan.

"Kalau memang ternyata benar ada serangan netizen yang berlebihan dan tidak proporsional, ada baiknya dihentikan. Karena bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang mempersoalkan perbedaan ras," ujar Faiza. "Karena bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang mempersoalkan perbedaan ras."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts