Chef Juna dan Chef Arnold membagikan cerita mengenai suka duka menjalani syuting program'Master Chef Indonesia'. Chef Juna dan Arnold rupanya mengaku jika menjalani syuting program tersebut sangat menguras emosi.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 02 Oktober 2020 - 20:31 WIB
WowKeren - Chef Juna dan Chef Arnold kini menjadi salah satu juru masak yang dikenal oleh hampir seluruh publik di Indonesia. Hal itu lantaran keduanya merupakan juri dari ajang kompetisi memasak kenamaan "Master Chef Indonesia". Terbiasa memimpin para pegawai di restoran masing-masing, Chef Arnold dan Chef Juna rupanya mengalami kesulitan tersendiri saat menjalani syuting "Master Chef".
"Salah satu suka ada yang korslet, yang dua diem, gitu. Jadi kita ngerti, karena memang pekerjaan ini sangat stressful ya. Kalian aja yang nggak tahu pekerjaan ini sangat stressful," ungkap Chef Juna di channel YouTube milik Chef Juna pada Kamis (1/10). "Dimana kita sebagai eksekutif chef biasanya megang kontrol the whole kitchen, temponya kita yang jalan dan selalu kita nggak mau tahu pokoknya harus bisa jadi."
"Sementara kalau produksi ini, orangnya hampir seratus, yang megang tempo bukan kita, terus ada aja masalah yang kadang mereka sendiri semua lepas tangan kadang, atau kalau nggak 'Oh ini bukan departemen saya' Nah itu get frustrated kayak gitu," sambung Chef Juna.
Pengakuan Chef Juna itu pun ikut disetujui oleh Chef Arnold. "Jadi kita kayak out of control gitu. Kita nggak bisa ngontrol situasi," tutur Chef Arnold menimpali.
Ketika sedang terjadi masalah dan kendala yang tidak diinginkan, sering kali membuat para juri akhirnya juga ikut stres dan emosi. Bukannya menenangkan, Chef Juna mengaku jika mereka bakal saling memancing emosi satu sama lain.
"Dan kadang-kadang, kalau lagi frustrasi gitu salah satu ada yang korslet. Kadang-kadang saya, kadang-kadang Arnold. Tapi kalau ada yang korslet, kita dukung yang korslet," ujar Chef Juna. "Saling kompor, manas-manasin," pungkas Chef Arnold kemudian diakhiri tawa.
(wk/amel)