Tekan Kasus COVID-19, Italia Bakal Lockdown Lagi?
Reuters/Manuel Silvestri
Dunia

Pemerintah Italia kemungkinan akan memberlakukan pembatasan baru di negara itu dalam minggu mendatang. Hal ini dilakukan demi mengatasi meningkatnya jumlah kasus virus corona.

WowKeren - Sejumlah negara di Eropa diperingatkan untuk bersiap menghadapi serangan pandemi COVID-19 jelang musim dingin. Pasalnya, hingga kini jumlah kasus corona di Benua Biru tersebut masih tinggi.

Seperti Italia yang bersiap untuk memberlakukan pembatasan baru di negara itu dalam minggu mendatang. Pembatasan tersebut dilakukan demi mengatasi meningkatnya jumlah kasus virus corona.

Kabinet akan bertemu pada Selasa untuk memutuskan bagaimana menanggapi peningkatan infeksi, dengan wilayah Italia selatan untuk pertama kalinya terlihat rentan terhadap penyakit tersebut. "Pertempuran belum berakhir. Kami tidak memiliki angka yang terlihat di negara-negara Eropa lainnya ... tetapi kami berada dalam fase pertumbuhan yang signifikan dan saya berharap negara ini menemukan semangat persatuan," kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza dilansir Reuters, Senin (5/10).

Langkah-langkah yang ditinjau termasuk mewajibkan penggunaan masker di luar ruangan di seluruh negeri dan memperkenalkan kembali pembatasan pada pertemuan sosial. "Masker itu fundamental. Semakin banyak kami dapat menggunakannya oleh orang Italia, semakin baik jadinya," terangnya.


Memakai masker saat ini diwajibkan hanya di lima dari 20 wilayah Italia, terutama di selatan. Hingga Sabtu lalu, Italia mencatat sebanyak 2.844 kasus yang merupakan tertinggi sejak April lalu.

Hal ini membuat para pejabat khawatir. Pasalnya di Selatan dengan wilayah Campania, berpusat di Napoli, melihat lebih dari 400 infeksi baru sehari untuk pertama kalinya.

Kementerian dalam negeri mengatakan pada hari Sabtu bahwa tentara mungkin dikerahkan bersama polisi di beberapa titik. Namun, kata Speranza, yang terpenting adalah masyarakat bertanggung jawab langsung atas tindakannya.

"Kami tidak dapat meminta polisi memeriksa setiap orang," katanya, menambahkan bahwa pemerintah bekerja "siang dan malam" untuk menghindari kuncian penuh. "Penguncian umum akan menimbulkan biaya budaya, ekonomi dan sosial yang tidak dapat ditanggung negara," lanjutnya.

Sementara itu, Italia adalah negara pertama di Eropa yang terkena COVID-19 dan memiliki angka kematian tertinggi keenam di dunia, dengan hampir 36.000 orang meninggal sejak wabah melanda pada Februari. Hingga Sabtu, tercatat 322.751 kasus.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait