Hubungan antara Tiongkok dan AS sendiri memang jatuh ke titik terendah setelah berseteru soal asal mula wabah COVID-19. Trump kerap menuding COVID-19 bocor dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 05 Oktober 2020 - 10:55 WIB
WowKeren - Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan simpati kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania yang terinfeksi virus corona (COVID-19). Kendati kerap berseteru sejak pandemi COVID-19 merebak, namun Xi tetap mendoakan kesembuhan Trump dan Melania.
"Dalam pesannya, Xi dan istri Peng Liyuan menyampaikan simpati kepada Trump dan Ibu Negara Melania, berharap mereka cepat sembuh," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, sebagaimana dilansir dari CNN pada Senin (5/10).
Hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat sendiri memang jatuh ke titik terendah setelah bersilang pendapat perihal asal mula wabah COVID-19. Trump kerap menuding Tiongkok menyembunyikan skala penyebaran wabah corona. Ia menyatakan virus itu bocor dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok.
Tak hanya itu, Trump bahkan menyebut telah mengirim mata-mata ke Negeri Tirai Bambu untuk membuktikan dugaan tersebut. Tiongkok sendiri menimpali dan menegaskan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan penyelidikan dan menyatakan tidak ada bukti nyata yang mengindikasikan bahwa COVID-19 dibuat di laboratorium Tiongkok.
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Trump menyatakan dia dan sang istri, Melania, tertular COVID-19 melalui cuitan di Twitter. Namun, dia menyatakan gejala yang dialami tergolong ringan. Keduanya diduga tertular COVID-19 dari penasihat kepresidenan, Hope Hicks. Pasalnya sehari sebelum menyatakan positif, Trump dan Hicks pergi ke New Jersey untuk kegiatan penggalangan dana.
Trump sempat diberi perawatan oksigen dan obat yang biasa diberikan pada pasien COVID-19 kritis. Hal ini disampaikan salah satu tim dokter Presiden, dr. Sean Conley, dalam konferensi pers di halaman rumah sakit militer Walter Reed National Military Medical Center, pada Minggu (4/10) siang waktu setempat.
Obat yang dimaksud adalah dexamethasone atau steroid. Obat ini biasa diberikan pada pasien dengan gejala COVID-19 yang parah atau kritis. Obat ini berguna untuk membantu fungsi kerja paru-paru mereka.
Obat ini berguna untuk mengurangi peradangan dengan meniru hormon anti-inflamasi yang diproduksi oleh tubuh. Obat ini dianggap sebagai terobosan besar dalam mengobati COVID-19. Dexamethasone sendiri hanya cocok untuk pasien yang sudah dirawat di rumah sakit dan menerima bantuan oksigen atau ventilator.
Conley menyebut pemberian dexamethasone dilakukan lantaran Trump mengalami beberapa episode penurunan oksigen sementara.
Pada Sabtu lalu, kadar oksigen Trump turun menjadi 93 persen dan mengalami kesulitan bernapas. Setelah itu ia dibantu dengan dexamethasone. Saat ini, kondisi kadar oksigen Trump 98 persen dan tak mengalami gejala klinis berarti. Sebelumnya, Conley menuturkan pada Jumat pagi kadar oksigen Trump turun di bawah 94 persen dan mengalami demam tinggi.
(wk/luth)