Sementara itu, populasi koala yang ada di pantai timur juga kian terdesak dengan adanya perusakan habitat secara terus-menerus, kekeringan, dan juga penyakit
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 06 Oktober 2020 - 10:33 WIB
WowKeren - Spesies asli Australia, koala, menjadi salah satu dari 28 spesies yang berpotensi menjadi spesies yang terancam punah. Hal ini merupakan buntut dari bencana kebakaran hutan dan perusakan habitat.
Terkait hal ini, Menteri Lingkungan Australia, Sussan Ley meminta komite ilmiah spesies terancam untuk segera menyelesaikan penilaiannya pada Oktober tahun depan. Penilaian ini akan diterapkan pada populasi koala gabungan di New South Wales, Queensland dan ACT.
Sementara itu, populasi koala yang ada di pantai timur juga kian terdesak dengan adanya perusakan habitat secara terus-menerus, kekeringan, dan juga penyakit. "Kami menyambut baik prioritas untuk koala tetapi juga berharap prosesnya dapat dipercepat dan koala terdaftar sebagai terancam punah sebelum Oktober 2021," kata Nicola Beynon dari Humane Society International.
Selain koala, kebakaran hutan Australia juga turut mengancam populasi sejumlah spesies lainnya. Salah satunya glider. Populasi spesies ini terancam punah usai 30 persen habitatnya rusak imbas kebakaran hutan.
Terkait koala yang ada di pantai timur, International Fund for Animal Welfare mendesak pemerintah untuk segera bertindak. Sebab jika tidak, hewan ini akan benar-benar punah.
Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan oleh parlemen di New South Wales baru-baru ini mendapati jika koala akan punah di negara bagian itu pada tahun 2050. Hal ini benar-benar akan terjadi jika tidak ada intervensi untuk melindungi habitat spesies tersebut.
Ley menyebut jika dampak kebakaran hutan membuat pemerintah akan memperkenalkan proses nominasi tambahan untuk daftar spesies terancam selama dua tahun ke depan. "Proses ini sangat penting dalam memastikan spesies yang terancam diberi perlindungan strategis, memenuhi syarat untuk pendanaan yang ditargetkan, dan kesadaran tentang masalah yang berdampak pada mereka," ujar Ley.
Seperti diketahui, kebakaran hutan yang terjadi sejak September 2019 di Australia telah menghancurkan lebih dari 11,2 juta hektare lahan dan hutan yang berada di Australia. Luas itu disebutkan setara dengan setengah wilayah Inggris.
(wk/zodi)