Sejauh ini, setidaknya ada 16 kasus yang diketahui di antara staf Gedung Putih, termasuk juru bicara McEnany. Beberapa jurnalis yang meliput di Gedung Putih juga dinyatakan positif COVID-19.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:47 WIB
WowKeren - Gedung Putih memastikan bahwa meningkatnya kasus COVID-19 di antara para pejabat Washington, termasuk Presiden Donald Trump, tidak akan mengganggu pemerintah AS. Pernyataan tersebut dirilis ketika para pemimpin militer AS melakukan karantina dan setidaknya dua staf Gedung Putih lagi dilaporkan telah terinfeksi.
Saat ditanya apakah penyebaran virus corona baru di antara staf dalam pemerintahan Trump dan senator Republik AS merusak kemampuan pemerintah federal untuk berfungsi, juru bicara Kayleigh McEnany langsung menyangkalnya. "Tidak sedikit pun," jawabnya.
McEnany sendiri saat ini tengah melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan tes positif COVID-19. "Kami bertemu secara rutin meskipun beberapa staf harus hadir dari jarak jauh, kami bergerak maju," kata McEnany.
Pada Selasa (6/10) kemarin, Pentagon mengatakan Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, ketua para Kepala Staf Gabungan, dan para pemimpin militer AS lainnya melakukan karantina mandiri setelah mereka dinyatakan positif terkena virus corona pada akhir pekan.
Dua lagi staf Gedung Putih dinyatakan positif COVID-19, saluran berita AS melaporkan pada Selasa, sehari setelah Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih setelah dirawat di rumah sakit.
Sejauh ini, setidaknya ada 16 kasus yang diketahui di antara staf Gedung Putih setelah acara 26 September, termasuk McEnany. Beberapa jurnalis yang meliput di Gedung Putih juga dinyatakan positif.
Hal tersebut memicu kekhawatiran tersendiri, apalagi Trump memutuskan untuk keluar dari rumah sakit meski masih dinyatakan positif COVID-19. Pasalnya, mau tak mau para staf Gedung Putih menjadi pihak yang berada dalam bahaya jika Trump tidak mematuhi protokol isolasi yang ketat.
Sepanjang pandemi, petugas penjaga Gedung Putih, penjaga pintu, staf dapur, dan anggota Dinas Rahasia AS masih terus bekerja di Gedung Putih yang kini menjadi hotspot penularan virus. Apalagi Trump masih belum pulih dan berpotensi menularkan virus.
Terkait hal ini, Juru Bicara Judd Deere mengatakan bahwa Gedung Putih akan mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi tak hanya keluarga utama, tapi juga setiap anggota staf di sana, sesuai dengan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Deere juga mengatakan jika akses fisik ke Presiden Trump akan sangat dibatasi. Orang-orang yang berada di dekatnya akan dibekali perlengkapan pelindung. Kendati demikian, para staf Gedung Putih saat ini tetap diliputi perasaan khawatir terpapar virus corona.
(wk/luth)