Hal tersebut ia ungkapkan kala menjawab tudingan cawapres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, yang menuding Trump sengaja menyembunyikan informasi soal COVID-19 sejak Januari lalu.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 08 Oktober 2020 - 12:47 WIB
WowKeren - Calon Wakil Presiden AS petahana, Mike Pence, menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump selalu transparan dan tak menutupi apapun terkait COVID-19. Hal tersebut ia ungkapkan kala menjawab tudingan cawapres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, yang menuding Trump sengaja menyembunyikan informasi soal COVID-19 sejak Januari lalu.
"Kami selalu melakukannya (berbicara jujur)," kata Pence.
Topik soal pandemi corona sendiri menjadi tema utama yang memantik perdebatan pada debat cawapres yang digelar di Salt Lake City, Utah, pada Rabu (7/10) malam tersebut. Harris bahkan mengatakan pemerintahan Trump tak menghormati rakyat AS dengan tak memberikan informasi yang sebenarnya mengenai virus tersebut.
"Mari kita bicara tentang menghormati rakyat AS. Anda menghormati rakyat AS ketika Anda mengatakan yang sebenarnya. Anda menghormati rakyat AS ketika Anda memiliki keberanian untuk menjadi seorang pemimpin," terang Harris. "Mereka harus berkorban terlalu banyak karena ketidakmampuan pemerintahan ini," tambahnya.
Tak hanya itu, Harris juga menyebut kepemimpinan Presiden Trump sebagai kegagalan terburuk sepanjang sejarah AS. "Faktanya, pada 28 Januari, orang-orang terpapar virus lewat udara, tapi Trump tidak memberitahukannya (kepada masyarakat AS), karena ini menyebar lewat udara," kata Harris.
Harris juga menuding Trump juga tidak menginstruksikan rakyat AS untuk meminimalisir penyebaran virus seperti mengimbau untuk mengenakan masker. Senator California tersebut juga mengatakan dari 39 negara bagian dan sembilan catatan negara, ada lebih dari 7 juta orang terinfeksi virus.
Calon wakil presiden keturunan India ini lantas menyebut penanganan Trump terhadap pandemi COVID-19 akan berbeda dengan rencana Joe Biden dalam menerapkan strategi pencegahan virus secara nasional. Dia menyebut Biden akan memberikan vaksin gratis untuk semua orang dan menggencarkan tes virus.
Di sisi lain, Trump sendiri diketahui sudah membuat ratusan klaim palsu selama pandemi, termasuk klaim palsu tentang pembatasan perjalanan, pengujian COVID-19, keefektifan hydroxychloroquine, persediaan ventilator nasional, dan banyak hal lainnya.
Bahkan dalam wawancara dengan jurnalis The Washington Post, Bob Woodward, Trump juga mengakui bahwa ia sengaja menyembunyikan ancaman yang sebenarnya virus corona dari publik AS pada awal tahun ini karena tak ingin membuat publik panik.
(wk/luth)