Komisi Debat Presiden (CPD) Amerika Serikat membatalkan debat kedua antara Donald Trump dan Joe Biden yang bakal digelar 15 Oktober 2020 mendatang, usai berdiskusi dengan kedua pihak selama 48 jam terakhir.
- Nidya Putri
- Sabtu, 10 Oktober 2020 - 09:09 WIB
WowKeren - berdiskusi selama 48 jam terakhir. Komisi Debat Presiden (CPD) Amerika Serikat memutuskan untuk membatalkan debat kedua antara Donald Trump dan Joe Biden yang bakal digelar 15 Oktober 2020 mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah Trump dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19).
Pembatalan ini menjadi keputusan puncak usai komisi dan kedua calon bolak-balik berdiskusi selama 48 jam terakhir. Keputusan itu juga memungkinkan debat ketiga pada 22 Oktober mendatang akan menjadi pertemuan terakhir antara dua kandidat.
"Sekarang jelas tidak akan ada debat pada 15 Oktober, dan CPD akan mengalihkan perhatiannya pada persiapan untuk debat terakhir presiden yang dijadwalkan pada 22 Oktober," kata komisi dalam sebuah pernyataan dilansir CNN, Sabtu (10/10).
Pada Kamis (8/10) lalu, dengan dukungan dari penasihat kesehatan mereka, komisi mengumumkan bahwa -karena Trump dinyatakan positif terkena virus corona- debat yang dijadwalkan di Miami akan diadakan secara virtual, dengan kedua kandidat muncul dari dua lokasi terpisah. Namun, Trump menolak terkait digelarnya debat virtual tersebut.
Trump bahkan mengancam tak akan muncul apabila debat virtual benar digelar. "Saya tidak akan melakukan debat virtual. Saya tidak akan membuang waktu saya untuk debat virtual," kata Trump di Fox Business, Jumat (9/10).
Menanggapi pembatalan Trump, seorang juru bicara Biden dengan cepat mengatakan bahwa mereka akan menyetujui format virtual untuk acara Kamis mendatang. Mereka bahkan siap untuk tetap menjawab pertanyaan debat, sekalipun tanpa Trump.
"Wakil Presiden Biden berharap untuk menyampaikan argumennya kepada rakyat Amerika tentang bagaimana mengatasi pandemi ini, memulihkan kepemimpinan Amerika dan aliansi kami di dunia, serta menyatukan rakyat Amerika," kata Andrew Bates, juru bicara kampanye Biden, dalam sebuah pernyataan, Jumat (9/10).
"Sangat memalukan bahwa Donald Trump menghindari satu-satunya debat di mana para pemilih dapat mengajukan pertanyaan - tetapi itu tidak mengherankan," lanjutnya.
(wk/nidy)