Dokter Tirta Mandira Hudhi menceritakan bagaimana suka dukanya menjadi relawan tenaga kesehatan. Salah satunya ia pernah diludahi warga saat memberikan edukasi.
- Lailatul Maghfiroh
- Jumat, 16 Oktober 2020 - 15:44 WIB
WowKeren - Nama dokter sekaligus influencer dr. Tirta Mandira Hudhi belakangan mulai banyak dikenal publik. Namanya semakin dikenal khalayak ramai sejak dirinya mulai terjun menjadi relawan Covid-19.
Lantas baru-baru ini dr Tirta menceritakan bagaimana suka dukanya menjadi relawan. "Jadi itu ceritanya dari dulu aku edukasi bareng Puskesmas, terus kita bareng kader kesehatan. Sampai akhirnya di Jakarta, Februari viral, nah COVID pertama keluar, dan para pejabat kita kayak menganggap gak ada, “ungkap dr. Tirta seperti dilansir dari tayangan YouTube Talk Show TV One yang tayang pada 10 Oktober 2020 lalu.
“Di situlah aku punya sumber daya, punya followers atau awereness aku lumayan, jadi masaku di kota udah banyak, jadi aku bersuara aja, dan aku kalau mengkritik keras, ngata-ngatain langsung,” tambah dr. Tirta. Mirisnya lagi, ia mengaku pernah diludahi warga saat terjun ke lapangan untuk memberikan edukasi.
“Sempet aku diludahi beberapa kali, karena mereka gak mau edukasi, mereka maunya makan, ‘Aku gak butuh ceramahmu mas, aku butuh makan’,” papar dr. Tirta. Tak hanya di lapangan, ia juga menuai hujatan di media social.
“Jadi di medsos di serang, dulu Nakes dipuja-puja, sekarang dianggap konspirasi,” tambah dr. Tirta. Meski mengalami banyak rintangan, dr. Tirta tak pernah putus asa untuk mengabdikan dirinya sebagai relawan.
Rupanya hal itu tak lepas dari latar belakang kehidupannya yang berkecukupan. Kendati begitu, dr. Tirta ingin hidup bermanfaat dengan saling merangkul dan berbagi kepada yang membutuhkan.
“Kita itu kan hidup cuman sekali, dari dulu aku merasa aku bisa punya toko hampir 60-an, punya bisnis, pegawai banyak, gak punya hutang, aset udah banyak, jadi mungkin aku mendapatkan privilege lebih dari orang lain,” terang dr. Tirta. “Aku gak start from zero, aku punya privilege berupa pendidikan dan circle keuangan karena bapak ibuku pegawai bank. Jadi aku harus merangkul memberikan previlege ini kepada orang yang gak bisa dapet.
(wk/lail)