WHO Bongkar Obat Ini Satu-Satunya Yang Paling Efektif Untuk Pasien Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan jika obat jenis ini menjadi satu-satunya yang paling efektif untuk menangani pasien virus corona (COVID-19). Apa itu?

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menyampaikan perkembangan obat yang dinilai efektif untuk menangani pasien virus corona. Hingga saat ini, WHO menegaskan jika dexamethasone masih satu-satunya obat yang terbukti efektif untuk menangani pasien COVID-19 yang memiliki gejala parah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus. Ia turut membeberkan hasil sementara Uji Coba Terapi Solidaritas WHO. Dari hasil uji coba ini, WHO masih mengembangkan pengobatan virus corona dengan metode yang sama dengan influenza.

”Untuk saat ini, dexamethasone kortikosteroid masih satu-satunya terapi yang terbukti efektif melawan COVID-19,” kata Tedros di Jenewa seperti dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (17/10). “Untuk pasien dengan penyakit parah.”

Dexamerhasone digunakan dalam pengobatan berbagai kondisi. Diantaranya untuk masalah rematik, berbagai kondisi kulit, alergi parah, asma, penyakit paru obstruktif kronik, pembengkakan otak dan sakit mata setelah operasi mata. Obat ini juga digunakan dengan antibiotik pada kasus tuberkulosis.


Tedros menjelaskan jika Uji Coba Terapi Solidaritas merupakan uji coba terkontrol acak terbesar di dunia untuk terapi COVID-19. Uji coba ini melibatkan hampir 13.000 pasien di 500 rumah sakit di 30 negara. WHO juga masih merekrut 2.000 pasien setiap bulan di sejumlah negara untuk mengikuti uji coba ini.

Dalam uji coba tersebut, WHO menemukan jika obat remdesivir dan interferon memiliki sedikit atau tidak ada efek dalam mencegah kematian akibat COVID-19. Meski demikian, WHO akan terus mencari obat yang efektif untuk menangani pasien virus corona, termasuk menggunakan antibodi monoklonal dan antivirus baru.

Tedros menjelaskan jika pengembangan obat virus corona yang mengacu pada influenza telah meningkatkan permintaan vaksin influenza. Akibatnya, pasokan vaksin influenza di beberapa negara terancam tidak cukup dalam memenuhi banyaknya permintaan tersebut.

Oleh sebab itu, Tedros memperingatkan pentingnya memastikan ketersediaan vaksin influenza khususnya di belahan bumi utara menjelang musim dingin tiba. WHO kemudian merekomendasikan agar vaksin influenza diprioritaskan bagi lima kelompok yang paling rentan oleh penularan COVID-19.

”Oleh karena itu, Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi telah merekomendasikan bahwa, di antara lima kelompok risiko, petugas kesehatan dan lansia adalah kelompok prioritas tertinggi untuk vaksinasi influenza selama pandemi COVID-19,” jelas Tedros. “Setiap tahun, ada hingga 3,5 juta kasus influenza musiman yang parah di seluruh dunia, dan hingga 650.000 kematian terkait pernapasan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts