Buntut Gerilya Tim Swab Hunter, 'Arek' Surabaya Mulai Malas Nongkrong
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemkot Surabaya mengerahkan Tim Swab Hunter untuk 'memburu' para pelanggar protokol kesehatan saat wabah COVID-19 untuk kemudian digiring menjalani tes PCR di Puskesmas terdekat.

WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya menerapkan protokol kesehatan ketat demi mengendalikan wabah COVID-19. Termasuk di antaranya menggerakkan Tim Swab Hunter yang bertugas melakukan inspeksi mendadak di berbagai pusat kerumunan.

Nantinya yang terjaring di operasi tersebut akan diperiksa dengan PCR. Tak hanya itu, Tim Swab Hunter juga bertanggung jawab menjaring warga yang melanggar protokol kesehatan secara umum.

Dan keberadaan Tim Swab Hunter yang bergerilya ini rupanya membuat tingkat kerumunan masyarakat Surabaya berkurang. Kekinian pun pemilik usaha juga lebih mengetatkan protokol kesehatan yang berlaku.

"Kalau dilihat sendiri, misalnya di tempat-tempat banyak tongkrongan ada perubahan, mereka menerapkan protokol kesehatan di tempat kerjanya," ungkap Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Minggu (18/10). "Mulai membaik, terkait kepedulian pengusaha menerapkan protokol kesehatan."


Bahkan keberadaan Tim Swab Hunter, yang biasanya beroperasi malam hari, menyebabkan penurunan tingkat arek-arek alias pemuda-pemudi yang nongkrong. Hal ini tampak dari lengangnya situasi pada Sabtu (17/10) malam kemarin. Hal ini menunjukkan masyarakat sudah lebih mengerti dan sadar pentingnya protokol kesehatan.

"Kenapa kok kita malam, karena menurut ahli, penyakit ini menyerang saat imun tidak bagus. Malam digunakan untuk istirahat. Kalau begadang imunitas kita akan turun dan COVID mudah menyerang," jelas Febri, dikutip dari Detik News, Senin (19/10). "Walaupun dampaknya kecil kepada anak muda, tapi belum tentu dampaknya sama ke orang tua."

Keberadaan Tim Swab Hunter yang "mengintai" Kota Surabaya, ditambah dengan berbagai kebijakan penerapan protokol kesehatan, diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran wabah COVID-19. Sebab kalau virus ini sudah tak lagi memiliki inang untuk hidup dan bereplikasi, maka angka penularan juga akan menurun.

"Kalau melihat beberapa minggu ini, kepedulian masyarakat semakin meningkat," pungkas Febri. "Memang tidak mudah untuk mengubah suatu kebiasaan. Sejak Swab Hunter muda mudi yang nongkrong sudah menurun, efeknya sudah lumayan."

Di Indonesia sendiri saat ini juga diterapkan operasi yustisi demi menekan laju penularan COVID-19. Diberlakukan sanksi hukum yang jelas dan ketat, termasuk di antaranya berupa denda maupun pidana, untuk para pelanggar protokol kesehatan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts