Israel Lobi Lebih Banyak Negara untuk Normalisasi, Sebut Palestina Tak Boleh Jadi Penghambat
Getty Images
Dunia

Kepala badan intelijen Israel, Yossi Cohen, telah menjalin kontak rahasia dengan pemimpin negara-negara Arab. Dia melobi dan mendorong agar mereka melakukan normalisasi dengan Israel.

WowKeren - Kepala badan intelijen Israel (Mossad), Yossi Cohen, mengatakan normalisasi diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab tidak boleh terhambat karena adanya persyaratan memajukan negosiasi dengan Palestina. Hal itu disampaikan setelah Israel secara resmi membuka hubungan dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Negosiasi dengan Palestina tidak boleh menjadi syarat atau hambatan di depan kontak yang berkelanjutan untuk normalisasi dengan negara-negara kawasan," kata Cohen kepada Israeli Broadcasting Corporation, sebagaimana dilansir dari Republika pada Selasa (20/10).

Cohen juga mengisyaratkan akan berusaha agar negara-negara Arab lainnya mengikuti jejak Bahrain dan UEA. "Kesepakatan dengan negara-negara Teluk memberi kami kedalaman strategis yang penting melawan poros kejahatan yang dikelola oleh Iran. Israel berharap negara lain akan menjalin kontak resmi, kami berhubungan dengan beberapa negara di kawasan dan di luar di Timur Tengah dan Afrika," lanjutnya.

Sebelumnya media Israel melaporkan Cohen telah menjalin kontak rahasia dengan pemimpin negara-negara Arab. Dia melobi dan mendorong agar mereka bersedia melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel.


Israel juga telah mengutus delegasi ke Manama, Bahrain. Mereka dipimpin Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat. Dalam kunjungan itu, Ben-Shabbat dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani menandatangani dokumen sebagai tanda resminya perjanjian damai serta normalisasi diplomatik antara kedua negara.

Al-Zayani mengaku optimistis perdamaian dengan Israel akan membawa stabilitas dan serta kemakmuran di kawasan. “Hari ini, kami meletakkan fondasi di mana kami dapat mencapai tujuan ini, membangun kerangka kerja praktis untuk memajukan baik kerja sama bilateral kami dan kemitraan berkelanjutan kami yang dinikmati negara-negara kami dengan Amerika Serikat," katanya.

Kendati demikian, Al-Zayani tetap menekankan tentang perlunya resolusi adil dan komprehensif untuk konflik Israel-Palestina. "Visi ini bertujuan untuk mempromosikan proses perdamaian menuju prospek yang lebih positif, dimulai dengan menjaga hak-hak sah dari saudara-saudara Palestina sesuai dengan resolusi hukum internasional," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain resmi menormalisasi hubungan mereka dengan menandatangani perjanjian Abraham Accords di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian ini bakal mengubah alur sejarah.

Perjanjian itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Bahrain serta Menteri Luar Negeri UEA. Seremoni dilaksanakan di halaman Gedung Putih dan dihadiri ratusan orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts