Tolak Isolasi Mandiri, Pria Ini Tularkan Corona Ke 56 Orang
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang pria di Irlandia bandel tidak mau melakukan isolasi mandiri meskipun merasakan gejala virus corona. Akibatnya, ia langsung memicu ledakan kasus COVID-19.

WowKeren - Kasus pria asal Irlandia yang telah menolak isolasi mandiri baru-baru ini bisa menjadi contoh nyata mengenai bahaya penyebaran virus corona. Pasalnya, pria tersebut telah membahayakan nyawa masyarakat setelah menolak melakukan isolasi mandiri dan menularkan COVID-19 ke 56 orang.

Dilansir dari Irish Times, pria ini tiba di Irlandia setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Sesuai pedoman negara tersebut, mereka yang kembali dari luar negeri diwajibkan untuk membatasi pergerakan hingga melakukan isolasi mandiri.

Namun, pria ini justru tidak mempedulikan pedoman tersebut dan memilih langsung berkumpul dengan teman-temannya. Padahal, saat itu ia mengalami gejala pilek dan sakit tenggorokan yang bisa menjadi indikasi terinfeksi virus corona.

Akibatnya, pria tersebut langsung menularkan COVID-19 ke teman-temannya. Berdasarkan laporan yang dirilis Departemen Kesehatan Masyarakat Mid West, pria itu telah menularkan Covid-19 ke 56 orang, memengaruhi hingga 10 rumah tangga pribadi dan satu tim olahraga.


”Dia bersosialisasi dengan sekelompok teman dan dia kemudian dinyatakan positif COVID-19,” ujar laporan tersebut seperti dikutip dari Irish News, Selasa (20/10). “Namun, pada tahap ini dia telah menginfeksi sejumlah temannya, tiga dari teman-teman ini kemudian menulari keluarga mereka.”

Teman-teman sang pria tersebut lantas menghubungi dokter umum dan melakukan tes virus corona setelah mengalami gejala-gejalanya. Ternyata, pria yang menularkan virus corona tersebut juga telah menjalani tes COVID-19 sebelum mendatangi pesta. Namun, ia tidak menunggu hasilnya dan memutuskan pergi ke pesta dengan alasan kondisi tubuhnya merasa lebih baik.

Pria yang disebut sebagai pasien indeks itu memiliki keluarga dekat yang sering mengunjungi rumah satu sama lain secara teratur. Hal ini menyebabkan beberapa anggota keluarga besar juga ikut tertular COVID-19 dengan cepat.

”Salah satu anggota keluarga besarnya yang tidak memiliki gejala memainkan pertandingan dengan tim lokalnya,” jelas laporan tersebut. “Sebagai akibatnya sejumlah rekan satu timnya terinfeksi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts