Jokowi Klaim Kasus Aktif dan Kesembuhan Pasien Corona di RI Lebih Baik Dari Rata-  Rata Dunia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jokowi juga menyampaikan bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 di Tanah Air sudah jauh lebih rendah dibanding bulan September 2020 lalu, meski masih berada di atas rata-rata dunia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa kasus aktif virus corona (COVID-19) dan angka kematiannya di Indonesia semakin menurun. Kabar baik tersebut diungkapkan Jokowi kala membuka rapat terbatas (ratas) soal vaksinasi pada Senin (26/10) hari ini.

"Saya sampaikan per 25 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada di angka 16,08 persen. Ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,73 persen," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. "Ini penting sekali untuk disampaikan ke publik."

Jokowi juga menyampaikan bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 di Tanah Air sudah jauh lebih rendah dibanding bulan September 2020 lalu. Namun demikian, angka kematian COVID-19 di Indonesia masih berada di atas rata-rata dunia, yaitu 3,41 persen.

"Dibandingkan bulan yang lalu, rata-rata kematian di Indonesia juga menurun dari 3,83 persen menjadi 3,41 persen," jelas Jokowi. "Meski ini masih sedikit lebih tinggi dari rata-rata kematian dunia yang mencapai 2,68 persen.


Sebaliknya, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Kini, rata-rata kesembuhan pasien corona di tingkat nasional telah mencapai 80,51 persen dan melebihi rata-rata dunia.

"Ini bagus, lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia di angka 73,60 persen," kata Jokowi. "Tiga hal ini saya kira perlu diketahui oleh kita semua. Sehingga kerja keras yang telah kita lakukan betul-betul menghasilkan angka-angka tadi."

Dalam kesempatan tersebut, sang Kepala Negara juga meminta jajarannya untuk segera menyelesaikan timeline pelaksanaan vaksin COVID-19. "Mengenai pelaksanaan vaksinasi, saya minta timeline pelaksanaan ini segera diselesaikan," tegas Jokowi.

Terkait hal tersebut, Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung program vaksinasi. Jalur distribusi dan interval pemberian vaksin per wilayah juga disebutnya harus diperhatikan.

"Daerah ini kapan, yang detail. Saya minta detail sekali. Daerah ini kapan, daerah ini kapan, siapa yang dapat, siapa yang gratis, siapa yang bayar," pungkas Jokowi. "Semuanya harus direncanakan, dipersiapkan secara detail."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts