Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus rupanya sama sekali tidak menjalani tes COVID-19 meski telah berkontak dengan pasien positif corona. Kenapa?
- Ruth Meliana
- Selasa, 03 November 2020 - 12:01 WIB
WowKeren - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengumumkan jika dirinya sedang melakukan karantina mandiri. Rupanya, Tedros melakukan isolasi mandiri setelah dirinya menjalin kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif COVID-19.
Namun, Tedros rupanya sama sekali tidak melakukan tes virus corona saat menjalani isolasi mandiri. Hal ini disebabkan karena protokol kesehatan COVID-19 dari WHO yang tidak mengharuskan melakukan tes jika telah melakukan isolasi mandiri dan tidak mengalami gejala virus corona.
"Protokol kami saat ini tidak mengharuskan dia diuji," kata pakar darurat kesehatan WHO, Mike Ryan seperti dilansir dari Reuters, Selasa (3/11). "Dia bekerja di rumah dan terus melakukan pekerjaannya. Tesnya akan bergantung jika ia menunjukkan gejala."
Ryan menjelaskan jika Tedros saat ini tidak menunjukkan gejala virus corona dan dalam keadaan baik di rumahnya. Selain itu, Tedros juga masih terus melakukan pekerjaannya sebagai Dirjen WHO selama menjalani karantina mandiri.
Sebelumnya, Tedros mengabarkan tengah menjalani karantina mandiri usai dilaporkan terlibat kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif COVID-19. Ia melalui media sosialnya berjanji akan melakukan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran COVID-19.
"Saya diidentifikasi melakukan kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif COVID-19. Saya dalam keadaan sehat dan tanpa gejala, tetapi akan melakukan karantina mandiri dalam beberapa hari mendatang," cuit Tedros melalui akun Twitter, Senin (2/11).
Tedros juga berpesan kepada masyarakat dunia untuk terus menerapkan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.
"Sangat penting supaya kita tetap mematuhi protokol kesehatan," tegas Tedros. "Ini adalah cara kita memutus rantai penularan COVID-19, mencegah penyebaran virus, dan melindungi sistem jaminan kesehatan."
"Kita berada pada titik kritis dalam pandemi ini, khususnya di belahan bumi utara," sambungnya. "Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit bagi beberapa negara yang menempuh jalur yang salah."
(wk/lian)