Selagi vaksin belum tersedia, ancaman gelombang kedua pandemi juga turut menghantui Indonesia yang mana, penanganan gelombang kedua ini bisa jadi akan lebih sulit.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 November 2020 - 16:30 WIB
WowKeren - Meski disebut-sebut akan segera siap, namun rupanya hingga kini masih belum ada kejelasan mengenai kapan vaksinasi benar-benar akan dilakukan. Diperkirakan vaksinasi belum akan terlaksana dalam waktu dekat secara serentak di awal 2021.
Berangkat dari kondisi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memprediksi jika pandemi COVID-19 akan berlanjut hingga 2021 mendatang. Hal itu disampaikan olehnya dalam webinar Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2020 secara virtual, Rabu (4/11).
"Walau ada upaya penemuan vaksin, itu tidak akan terjadi secara serentak dan cepat pada awal 2021," kata Sri Mulyani. "Jadi tahun 2021 kita masih akan menghadapi pandemi ini."
Saat ini, Sri menyebut ada sekitar 25 kandidat vaksin yang tengah diuji coba di sejumlah negara. Namun, penemuan vaksin harus melalui tahapan panjang termasuk uji coba untuk menjamin keamanan dan keandalannya.
"Dari situ ada yang sudah paling depan disebut testing tahap III," kata Menkeu melanjutkan. "Dan bahkan nanti ada emergency use autorization-nya diberikan oleh badan-badan seperti BPOM, sehingga dianggap sudah aman dan dilakukan vaksinasi."
Selagi vaksin belum tersedia, ancaman gelombang kedua pandemi juga turut menghantui Indonesia. Beberapa negara di dunia sudah ada yang mengalami gelombang kedua pandemi seperti Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, bahkan Amerika Serikat (AS).
Penanganan gelombang kedua pandemi bisa jadi akan lebih sulit. tekanan di berbagai bidang diprediksi akan semakin besar misalnya di bidang sosial, ekonomi, maupun keuangan. Oleh sebab itu, wanita yang akrab disapa Ani itu menekankan pentingnya kerja sama antar semua elemen masyarakat untuk bisa melalui pandemi ini.
"Jadi kita jangan under estimate bahwa tantangan ini masih harus kita hadapi dan kelola sama-sama," ujarnya melanjutkan. "APBN akan terus melakukan fungsinya. Tapi semua pihak harus benar-benar ikut menjaga supaya masalah awalnya yaitu pandemi tetap bisa terjaga dan terkendali."
(wk/zodi)