Usai Banting Setir Jual Gorengan, Maskapai Ini Cari Pembeli untuk 34 Pesawatnya
https://asia.nikkei.com//Akira Kodaka
Dunia

Thai Airways menyatakan jika mereka akan mengirim pesawat-pesawat itu kepada pembeli sekitar April-Juni 2021. Namun, maskapai tidak menyuguhkan keterangan lebih detail

WowKeren - Sudah menjadi rahasia umum jika pandemi COVID-19 telah membuat sejumlah maskapai di dunia terpukul. Tak terkecuali maskapai asal Thailand, Thai Airways.

Maskapai ini telah dinyatakan bangkrut beberapa waktu lalu karena kondisi finansial yang kian memburuk. Kekinian, maskapai ini rupanya berniat untuk menjual puluhan armadanya.

Thai Airways berharap bisa mendapatkan pembeli untuk 34 pesawat penumpangnya paling lambat 13 November ini. Dilansir dari Bangkok Post, Sabtu (7/11), beberapa armada yang dijajakan di antaranya adalah 10 Boeing 747-400 yang diproduksi antara 1993-2003, enam Boeing 777-200 yang dibuat pada tahun 1996-1998, dan enam Boeing 777-300 yang diproduksi dari tahun 1998-2000.

Maskapai menyatakan jika mereka akan mengirim pesawat-pesawat itu kepada pembeli sekitar April-Juni 2021. Kendati demikian, pihak Thai Airways tidak menyuguhkan keterangan yang lebih detail terkait hal ini. Adapun langkah menjual puluhan armadanya ini diyakini sebagai bagian dari rencana modernisasi pesawat.


Selama beberapa tahun belakangan, maskapai ini memang telah berjibaku menghadapi tekanan masalah finansial. Lalu ditambah dengan pandemi corona hingga memperburuk kondisi tersebut. Maskapai ini akhirnya mencari bantuan dan Pengadilan Kepailitan menyetujui rencana rehabilitasi bisnis tahun ini.

Masih dilansir Bangkok Post, maskapai ini berhutang sebesar 332 miliar baht, menurut angka yang diposting di situs web Bursa Efek Thailand. Untuk bertahan, maskapai ini bahkan telah mengurangi tenaga kerja mereka dengan hampir 5.000 karyawan telah mendaftar untuk pensiun dini.

Untuk menghasilkan pendapatan, maskapai ini telah merambah dunia kuliner dengan menjual gorengan khas yang disebut patong-go. Ini adalah jenis gorengan khas Thailand menyerupai roti goreng atau cakwe yang setiap bulannya bisa menghasilkan omzet sekitar 10 juta baht atau setara dengan Rp 4,7 miliar. Bisnis ini rupanya cukup populer hingga membuat maskapai berencana untuk mewaralabakan bisnis tersebut.

Sementara itu, Thai Airways telah bersusah payah mencari pembeli untuk armada A340-500 dengan harapan bisa menyingkirkan semua pesawat yang boros bahan bakar. Namun hanya satu yang terjual sejauh ini.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait