Senator Partai Republik dari Wisconsin, Ron Johnson, juga menilai bahwa banyaknya surat suara via pos (mail-in) dalam Pemilihan Presiden AS tahun ini telah meningkatkan risiko kecurangan.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 07 November 2020 - 19:57 WIB
WowKeren - Perlombaan antara Joe Biden dan Donald Trump menuju Gedung Putih masih berlangsung panas seiring dengan penghitungan suara yang masih berlanjut. Berdasarkan proyeksi CBS dan CNN per Sabtu (7/11) pukul 19.00 WIB, Biden masih memimpin dengan peroleh 253 suara elektoral, sedangkan Trump memperoleh 213 suara elektoral.
Biden yang mulai menyalip Trump di negara bagian kunci seperti Georgia dan Pennsylvania pun disebut-sebut tinggal selangkah menuju kursi Presiden AS. Senator Partai Republik dari Wisconsin, Ron Johnson, lantas menyatakan bahwa separuh negara tidak akan menerima hasil Pilpres apabila Biden dinyatakan sebagai pemenang.
Johnson yang merupakan pendukung Trump tak mau menyatakan bahwa pemilihan tahun ini sah. Namun, ia juga mengaku tidak memiliki bukti adanya tindakan ilegal dalam pemilihan tahun ini.
"Sangat disayangkan bahwa tidak peduli siapa yang menang, separuh negara Amerika tidak akan melihat ini sebagai pemilu yang sangat sah," tutur Johnson pada Jumat (6/11) waktu setempat, dilansir The Associated Press. "Itu merupakan masalah yang nyata. Saya tidak mengatakan itu sah atau tidak. Saya mengatakan proses ini telah diatur di mana orang tidak akan melihatnya sebagai proses yang sah. Dan itu masalah nyata."
Menurut Johnson, selalu ada kecurangan soal pemilih yang diabaikan oleh media dan banyak pejabat. Namun demikian, Johnson tidak memberikan contoh kecurangan seperti apa yang ia maksud.
"Saya tidak menuduh apa pun karena saya tidak punya bukti," lanjut Johnson. "Yang ingin saya katakan adalah ada cukup banyak penyimpangan untuk menimbulkan kekhawatiran."
The Associated Press menyatakan bahwa kecurangan soal pemilih telah terbukti sangat jarang terjadi. Pada tahun 2017, The Brennan Center for Justice menilai risiko penipuan surat suara hanya sebesar 0,00004 persen hingga 0,0009 persen berdasarkan studi pemilihan sebelumnya.
Selain itu, Johnson juga menilai bahwa banyaknya surat suara via pos (mail-in) telah meningkatkan risiko kecurangan. Menurut Johnson, mengizinkan surat suara datang melalui pos setelah Hari Pemilu, seperti yang terjadi di Pennsylvania, telah mengikis kepercayaan publik pada hasil penghitungan.
Johnson juga menyebut bahwa Partai Demokrat telah "memanfaatkan sistem" untuk keuntungan mereka. "Itulah masalahnya. Itu dari Demokrat. Demokrat yang melakukan itu, bukan Republik. Kami semua akan menghitung setiap suara yang sah," pungkas Johnson.
(wk/Bert)