Apabila Biden Resmi Jadi Presiden, AS Bakal Terapkan Lockdown?
Dunia

Penasihat Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, Michael Osterholm, mengusulkan agar Negeri Paman Sam itu menerapkan lockdown selama 4-6 minggu demi mengendalikan pandemi COVID-19.

WowKeren - Joe Biden telah terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat dalam Pemilu 2020. Berbeda dengan Donald Trump, ia telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menanggulangi pandemi COVID-19 di Negeri Paman Sam.

Salah satunya dengan membuat dewan khusus untuk menangani COVID-19. Baru-baru ini penasihat Biden, Michael Osterholm, mengusulkan penerapan lockdown selama 4-6 minggu dapat membantu mengendalikan pandemi COVID-19. Sekaligus menjaga ekonomi, sampai vaksin mulai didistribusikan.

Michael Osterholm yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota, mengatakan awal pekan ini, AS sedang menuju 'neraka COVID-19'. Maksudnya, kasus positif di AS meningkat karena lebih banyak orang enggan memakai masker dan menjaga jarak.

Cuaca yang lebih dingin juga mendorong orang berkumpul di dalam ruangan, di mana virus dapat menyebar dengan lebih mudah. Lockdown nasional akan menurunkan jumlah kasus baru dan rawat inap pasien COVID-19 bisa lebih dikendalikan sementara dunia menunggu vaksin.


"Kami dapat membayar paket (stimulus) sekarang untuk menutupi semua gaji, gaji yang hilang untuk pekerja individu, kerugian perusahaan kecil, perusahaan menengah atau pemerintah kota, negara bagian, kabupaten," ujar Osterholm dilansir CNBC, Jumat (13/11). "Kami bisa melakukan semua itu. Jika kita melakukan itu, maka kita bisa mengunci diri selama empat sampai enam minggu."

Lebih lanjut Osterholm menjelaskan terkait kebijakan lockdown yang pernah diterapkan sebelumnya. "Masalah dari kebijakan lockdown Maret hingga Mei lalu adalah hal itu tidak ketat secara seragam di seluruh negeri. Misalnya, Minnesota menganggap 78% pekerjanya penting," tulis Osterholm di The New York Times. "Agar efektif, penguncian harus dilakukan se-komprehensif dan seketat mungkin."

Osterholm menambahkan AS bakal menuju hari-hari gelap sebelum vaksin tersedia. Pasalnya, sistem perawatan kesehatan di seluruh negeri sudah kewalahan terutama seperti di El Paso, Texas, di mana pejabat lokal telah menutup bisnis dan pemerintah federal mengirim sumber daya untuk menangani lonjakan kematian yang disebabkan COVID-19.

Sebelumnya diketahui, Osterholm menjadi salah satu yang ditunjuk sebagai dewan penasihat COVID-19 yang beranggotakan 12 orang, yang sebelumnya diumumkan Biden. Panel penasihat COVID-19 di AS diketuai oleh mantan Ahli Bedah Umum Vivek Murthy, mantan Komisaris Administrasi Makanan dan Obat David Kessler dan Dr. Marcella Nunez-Smith dari Universitas Yale.

Anggota gugus tugas lainnya terdiri dari Dr. Atul Gawande, seorang profesor bedah dan kebijakan kesehatan di Harvard, dan Dr. Rick Bright, ahli vaksin dan whistleblower yang mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan Trump bulan lalu.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait