Biden memang telah lama menyuarakan aspirasinya terkait masalah kontrol senjata. Menurutnya, produsen senjata adalah musuh dari upaya pengendalian senjata kubu partainya
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 13 November 2020 - 14:16 WIB
WowKeren - Proyeksi kemenangan Joe Biden pada Pilpres AS tahun ini diprediksi akan turut meningkatkan penjualan senjata. Hal ini tak lepas dari komitmen Partai Demokrat yang memang ingin memperketat undang-undang pengendalian senjata api.
"Terpilihnya presiden Partai Demokrat yang telah berjanji untuk memperketat undang-undang pengendalian senjata," kata Rommel Dionisio, direktur pelaksana Aegis Capital seperti dilansir dari CNN, Jumat (13/11). "Dapat meningkatkan permintaan senjata api."
Diketahui, Biden memang telah lama menyuarakan aspirasinya terkait masalah kontrol senjata. Menurutnya, produsen senjata adalah musuh dari upaya pengendalian senjata kubu partainya.
Sehingga menurut Dionisio, ketakutan pemilik senjata terhadap Demokrat yang akan meloloskan UU pengendalian senjata memicu terjadinya lonjakan penjualan. Penjualan senjata sebelumnya pernah mengalami lonjakan sejak kampanye sukses Presiden Barack Obama tahun 2008 dan 2012. Rekor penjualan saat itu bahkan mencapai 15,7 juta senjata.
Pada Pilpres AS periode sebelumnya, penjualan senjata diprediksi melonjak jika Hillary Clinton keluar sebagai pemenang. Mark Olivia selaku direktur urusan publik National Shooting Sports Foundation menilai hasil jajak pendapat tersebut memotivasi banyak orang untuk membeli senjata api.
Kala itu, Clinton membuat kontrol senjata yang lebih ketat sebagai bagian sentral dari kampanyenya pada tahun 2016 setelah penembakan massal di gereja North Charleston AME 2015.
Masih dilansir CNN, penjualan senjata tahun ini mengalami lonjakan seiring dengan keberhasilan Biden untuk memenangkan Pilpres. Hal ini juga didukung oleh adanya lockdown selama pandemi COVID-19 yang dimulai pada Maret lalu.
Maraknya penjualan senjata didorong oleh insiden beberapa waktu lalu ketika polisi membunuh George Floyd hingga memicu ketakutan akan kerusuhan sosial sehingga memaksa banyak orang untuk membeli senjata untuk pertama kalinya. Adapun penjualan senjata pada tahun 2020 mencapai rekor tertinggi menjelang Hari Pemilu.
(wk/zodi)