Bertugas Kawal Kampanye Trump, Banyak Paspampres AS Dikabarkan Terjangkit COVID-19
Twitter/SecretService
Dunia

Trump bahkan dilaporkan menggelar hampir 50 acara kampanye di sejumlah negara bagian 'battleground' sejak ia sembuh dari COVID-19 pada pertengahan Oktober 2020 lalu.

WowKeren - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2020 di masa pandemi virus corona (COVID-19) nampaknya berdampak buruk bagi kesehatan para anggota US Secret Service (USSS) alias Paspampres AS. Melansir CNN, banyak anggota Paspampres yang dikabarkan terjangkit COVID-19.

Puluhan petugas Paspampres AS telah dinyatakan positif COVID-19 atau menjalani isolasi mandiri usai melakukan kontak dekat dengan pasien positif. Menurut sumber CNN, petugas Paspampres AS bahkan tidak yakin berapa jumlah rekan mereka yang terjangkit COVID-19 karena atasan mereka tidak memberitahu jumlah pastinya.

Diketahui, Presiden Donald Trump memiliki jadwal kampanye yang ketat menjelang Pilpres pada 3 November 2020 lalu. Trump bahkan mengadakan hampir 50 acara kampanye di sejumlah negara bagian "battleground" sejak ia sembuh dari COVID-19 pada pertengahan Oktober 2020 lalu.

Banyak negara bagian yang dikunjungi Trump merupakan zona merah COVID-19, dimana kerumunan besar kerap terjadi dan hanya sedikit pendukungnya yang mau mengenakan masker. Para petugas Paspampres AS melakukan perjalanan bersama Trump ke setiap acara kampanye tersebut, ada yang hadir di lapangan dan ada pula yang datang beberapa hari sebelumnya.


Seorang pejabat yang menjadi sumber CNN mengungkapkan bahwa semua pegawai yang terlibat dalam kampanye tersebut menjalani tes COVID-19. "USSS mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan mengkarantina siapa pun yang dianggap kontak dekat," ujar pejabat tersebut.

Meski demikian, seorang juru bicara USSS menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengungkapkan berapa banyak pegawai yang dinyatakan positif COVID-19 atau menjalani karantina. Pasalnya, hal tersebut berbenturan dengan masalah privasi dan keamanan operasioanl.

"Secret Service mempertahankan protokol mapan termasuk pengujian, melakukan pelacakan kontak terkait dengan paparan yang dikonfirmasi dan dicurigai, dan segera mengisolasi setiap karyawan yang dites positif COVID-19," tegas juru bicara tersebut. "Program ini memastikan bahwa setiap tindakan pencegahan diambil untuk menjaga agar para pelindung, karyawan, keluarga, serta masyarakat umum kita aman dan sehat."

Sebagai informasi, USSS memiliki sebanyak 7.600 orang karyawan. Sekitar 1.600 orang di antaranya berperan sebagai petugas divisi berseragam.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait