Ini Kata Istana Usai Habib Rizieq Nilai UU Ciptaker Dibuat Ugal-Ugalan Bak Kuitansi Warkop
www.setneg.go.id
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Dalam ceramahnya pada Minggu (15/11) kemarin, Habib RIzieq menilai UU Ciptaker dibuat dengan ugal-ugalan bak kuitansi warung kopi. Istana Kepresidenan pun angkat bicara soal ini.

WowKeren - Usai pulang ke Indonesia, Habib Rizieq Syihab ikut memberikan komentar terkait polemik yang tengah bergulir. Salah satunya terkait UU Cipta Kerja Omnibus Law yang pengesahannya memicu kontroversi tersendiri.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu pun menyamakan UU Ciptaker selayaknya pembuatan kuitansi warung kopi. Sebab menurutnya penyusunan regulasi sapu jagat begitu asal-asalan, sebuah pendapat yang kekinian mendapat bantahan dari Istana Kepresidenan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Donny Gahral Adian menilai analogi kuitansi warkop itu pun kurang tepat. Pasalnya pembuatan UU dilakukan dengan cermat, begitu pula dengan penulisan kuitansi yang harus dilakukan secara cermat tanpa merugikan pembeli.

"Jadi jangan kemudian mengatakan bahwa membuat kuitansi itu bisa salah, bisa keliru, bisa ceroboh, tidak," terang Donny, Senin (16/11). "Membuat kuitansi pun harus dilakukan secara cermat seperti halnya membuat UU, dilakukan secara cermat ada prosedurnya, ada protapnya dan tidak sembarangan."


Donny menyayangkan Habib Rizieq yang melempar pendapat hanya berdasarkan opini yang tengah berkembang di tengah masyarakat saat ini. "Jangan ketika opini yang berkembang ini UU dibuat secara ugal-ugalan, (lalu) ikut-ikutan dikatakan begini ugal-ugalan seperti orang membuat kuitansi di warung kopi," tegas Donny, dikutip dari Detik Finance.

Donny meminta sang pemuka agama untuk terlebih dahulu membaca serta memahami isi UU Ciptaker sebelum membuat pendapat. Sebab Donny memastikan pemerintah sudah sangat berhati-hati dan cermat dalam menyusun UU tersebut.

"Ini suatu UU raksasa yang memayungi hampir 79 UU dan ribuan pasal. Jadi tidak mungkin dibuat secara sembarangan dan saya pikir Habib harus membaca secara lebih teliti dulu. Saya kira belum sempat membaca karena baru kembali dari Saudi Arabia," ujar Donny.

"Tolong dibaca dulu secara cermat, secara intelektual," pungkas Donny. "Jangan kemudian berkomentar tanpa tahu apa yang dikomentari."

Sebelumnya Habib Rizieq turut menilai negatif perihal UU Ciptaker yang belakangan sudah digugat di Mahkamah Konstitusi. "Dari 800 halaman jadi 900-an, dari 900 naik jadi seribuan, dari seribu turun lagi jadi 812, dari 812 naik lagi jadi seribu sekian. Ini lagi bikin undang-undang atau lagi bikin kuitansi warung kopi?" kata Rizieq, Minggu (15/11).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts