Presiden Tiongkok Xi Jinping Akhirnya Beri Selamat pada Joe Biden Atas Kemenangan di Pilpres AS
Getty Images
Dunia
Pilpres AS 2020

Ucapan selamat yang diberikan Xi pada Biden ini berselang lebih dari dua pekan setelah hasil pilpres AS diumumkan. Belum dijelaskan secara rinci alasan tertundanya ucapan selamat itu.

WowKeren - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, akhirnya mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, pada Rabu (25/11) waktu setempat melalui sambungan telepon.

Dilansir dari CNN, Xi berharap dengan terpilihnya Biden, AS dan Tiongkok bisa mencari jalan keluar yang saling menguntungkan dari permasalahan perang dagang, teknologi dan keamanan yang membuat hubungan kedua negara terpuruk.

Xi mengatakan kepada Biden melalui sambungan telepon bahwa hubungan kenegaraan yang sehat dan stabil adalah harapan dari masyarakat dunia. "Kami berharap kedua belah pihak akan menegakkan nilai-nilai tanpa konflik dan konfrontasi, saling menghormati kerja sama yang saling menguntungkan, fokus kepada kerja sama, mengendalikan perbedaan dan menjunjung hubungan yang sehat dan stabil antara Amerika Serikat dan China," kata Xi.

Selain Xi Jinping, Wakil Presiden Tiongkok, Wang Qishan, juga menyampaikan ucapan selamat kepada Kamala Harris yang terpilih menjadi Wapres AS.


Ucapan selamat yang diberikan Xi pada Biden ini berselang lebih dari dua pekan setelah hasil pilpres AS diumumkan. Belum dijelaskan secara rinci alasan tertundanya ucapan selamat itu, tetapi sejumlah pihak menduga Tiongkok melakukan hal itu karena ingin menghindari ketegangan baru dengan Presiden AS, Donald Trump. Sebab, Trump masih bertugas sebagai presiden hingga Januari 2021.

Biden diperkirakan bakal mencoba membangun lagi kerja sama dengan Tiongkok dan Korea Utara saat menjabat nanti. Selain itu, dia juga diprediksi bakal kembali terlibat dalam mencari solusi ancaman perubahan iklim, serta penanganan virus corona.

Sebagaimana diketahui, hubungan antara AS dan Tiongkok memburuk akibat sikap Trump yang memilih berkonfrontasi dengan menerapkan perang tarif dan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok.

Meski begitu, diperkirakan perubahan kebijakan AS terhadap Tiongkok di kemudian hari tidak bakal banyak berubah akibat masalah perdagangan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan dugaan pencurian teknologi.

Hubungan dagang antara AS dan Tiongkok adalah salah satu yang terbesar di dunia. Namun, hal itu terganjal masalah dugaan pencurian teknologi dan saling memata-matai, pandemi virus corona, polemik Hing Kong dan sengketa Laut China Selatan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts