Joe Biden Tunjuk Wanita Keturunan Palestina Jadi Staf di Gedung Putih
Getty Images
Dunia

Hal ini membuat wanita tersebut menjadi keturunan Palestina pertama yang menduduki jabatan di Gedung Putih, tepatnya sebagai Wakil Direktur Urusan Hukum Gedung Putih.

WowKeren - Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, menunjuk seorang perempuan keturunan Palestina, Reema Dodinher, sebagai staf Gedung Putih. Hal ini membuat Reema menjadi keturunan Palestina pertama yang menduduki jabatan itu.

Dilansir dari CNN, Biden mendapuk Reema sebagai Wakil Direktur Urusan Hukum Gedung Putih. Selama ini dia bekerja menjadi staf di Kongres AS di Capitol Hill.

"Penduduk Amerika sangat ingin melihat pemerintahan segera bekerja, dan penunjukan hari ini membantu mewujudkan agenda kami yakni memastikan seluruh warga AS mendapat kesempatan yang sama," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

"Dalam pemerintahan ini, kami membuka pintu selebar-lebarnya terhadap Kongres dan tim kami untuk memastikan seluruh pandangan terwakili di Gedung Putih," lanjut Biden.

"Reema mulanya magang dari sekolah hukum di kantor saya 14 tahun lalu, dan kini berkembang menjadi salah satu staf terkemuka di Capitol Hill. Dia cerdas, bisa dipercaya dan menghormati seluruh anggota dan staf dari kedua kubu," kata Durbin.


Keluarga Reema berasal dari Dura, dekat kota Hebron, Tepi Barat, yang diduduki Israel. Orang tuanya adalah warga Yordania dan Palestina yang memutuskan pindah ke AS.

Reema adalah lulusan University of California di Berkeley dan University of Illinois di Urbana-Champaign. Dia lalu menjadi kepala staf Senator asal Illinois, Dick Durbin.

Selain Reema, Biden juga membeberkan sejumlah kandidat pengisi kabinetnya. Dia memilih Antony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri. Selain itu, Biden menunjuk Linda Thomas-Greenfield sebagai Duta Besar AS untuk PBB.

Ada pula mantan menteri luar negeri di era kepemimpinan Presiden Barack Obama, John Kerry, yang dipilih Biden sebagai Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim. Biden juga mendapuk Alejandro Mayorkas yang merupakan imigran kelahiran Kuba untuk mengepalai Kementerian Keamanan Dalam Negeri.

Sedangkan Avril Haines dinominasikan menjadi Direktur Intelijen Nasional, yang menjadikannya wanita pertama yang memegang jabatan itu, sedangkan Jake Sullivan ditunjuk sebagai Penasihat Keamanan Nasional.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts