PM Justin Trudeau Soal Vaksin COVID-19: Kanada Tak Diprioritaskan
Getty Images
Dunia
Vaksin COVID-19

Trudeau menyebut negara-negara seperti AS, Jerman, dan Inggris memiliki fasilitas farmasi domestik, itulah mengapa mereka jelas akan memprioritaskan membantu warga mereka sendiri.

WowKeren - Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan warga Kanada akan mendapat vaksinasi Covid-19 awal 2021, atau lebih lambat dari negara produsen utama.

Hal tersebut lantaran Kanada tidak memiliki kapasitas produksi domestik untuk vaksin. Selain itu, Kanada juga bukan merupakan salah satu negara yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kanada tidak lagi memiliki kapasitas produksi domestik untuk vaksin," kata Trudeau pada konferensi pers, sebagaimana dilansir dari CNN. "Kami dulu memilikinya beberapa dekade yang lalu, tetapi kami tidak lagi memilikinya."

Sementara, kata Trudeau, negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris memiliki fasilitas farmasi domestik, itulah mengapa mereka jelas akan memprioritaskan membantu warga negara dulu.

Trudeau juga mengatakan dapat dimaklumi jika Kanada tidak mendapat vaksinasi gelombang pertama, mengingat perusahaan farmasi akan lebih dulu mendistribusikan di dalam negeri. "Tak lama kemudian mereka akan mulai menghormati dan memberikan kontrak yang mereka tandatangani dengan negara lain termasuk Kanada," kata Trudeau.


"Kami mengharapkan untuk mulai menerima dosis tersebut dalam beberapa bulan pertama di tahun 2021," lanjut sang Perdana Menteri.

Kendati demikian, ia mengatakan bukan berarti rencana vaksinasi warga Kanada masih harus menunggu hingga semua orang di AS telah divaksin corona. Pasalnya hingga saat ini, Trudeau memaparkan telah membeli jutaan dosis dari kandidat vaksin corona dari sejumlah perusahaan farmasi.

"Sejak awal kami tahu akan ada tantangan karena tidak seperti Jerman, Amerika, dan Inggris, kami tidak memiliki kapasitas produksi massal untuk vaksin sehingga kami harus menemukan sumber yang lebih luas daripada sumber tersebut," tuturnya.

"Dan itulah yang kami lakukan dan kami bahkan dikritik secara internasional karena kami mendapat terlalu banyak akses ke vaksin," paparnya menambahkan.

Sebagai informasi tambahan, pada awal Agustus lalu, pemerintah Kanada telah menandatangani kesepakatan pembelian jutaan dosis vaksin dari Pfizer dan Moderna.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts