Ingin Bebas COVID-19, Korut Malah Coba Retas Data Perusahaan Vaksin Korsel
Dunia
Vaksin COVID-19

Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) melaporkan upaya peretasan dari Korea Utara terhadap data vaksin yang tengah mereka kembangkan. Begini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Korea Utara sempat mengklaim negaranya aman dari wabah virus Corona. Namun saat ini Korut pun tak ubahnya negara lain yang berjibaku dengan lonjakan kasus positif COVID-19, memaksa pemerintah untuk terus memutar otak mencari pengendalian wabah yang mumpuni.

Namun tampaknya upaya yang ditempuh kurang patut untuk ditiru negara lain. Sebab dilaporkan oleh Reuters yang mengutip kantor berita Yonhap, Korut ternyata berusaha untuk meretas data perusahaan yang mengembangkan vaksin COVID-19 milik Korea Selatan.

Informasi ini dikutip dari pernyataan Komite Intelijen di parlemen. Beruntung Badan Intelijen Korsel (NIS) berhasil menggagalkan upaya Korut dalam meretas data perusahaan pengembang vaksin itu.

Namun menurut anggota parlemen Ha Tae-Keung, NIS yang memaparkan informasi tersebut tidak merinci produsen vaksin mana yang menjadi sasaran. Selain itu tak dirinci pula seberapa banyak data yang hendak diretas.


Beruntung NIS melaporkan tak ada kerusakan dari upaya peretasan tersebut, seperti dilaporkan oleh News1. Namun kewaspadaan terhadap upaya peretasan ini sudah pernah dideteksi oleh sejumlah pihak, salah satunya Microsoft.

Microsoft sempat mendeteksi hacker yang bekerja untuk Rusia dan Korut yang tengah berusaha meretas data berharga. Yang menjadi sasaran adalah perusahaan farmasi dan peneliti vaksin terkemuka di sejumlah negara, yakni Korsel, Kanada, Prancis, India, dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, sejumlah negara terus mengembangkan vaksin untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Sebab saat ini, seperti dilansir dari worldometers.info, jumlah kasus positif COVID-19 dunia mencapai 61.309.218, dengan korban jiwa mencapai 1.437.845.

Beruntung angka pasien sembuh yang dicatatkan mencapai 42.396.882 alias lebih dari 50 persen. Dari seluruh total kasus positif yang tercatat, Amerika Serikat adalah yang terbanyak dengan 13.248.922 pasien, diikuti oleh India dengan 9.309.871 dan Brasil 6.204.570.

Salah satu yang terus berburu vaksin adalah Indonesia. Setidaknya sudah ada 3 jenis vaksin COVID-19 yang siap diedarkan di Indonesia, termasuk yang dikembangkan Sinovac dan Sinopharm yang dilaporkan menunjukkan hasil yang baik. Berikut data hasil uji klinis selengkapnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts