Duh Miris! Gajah-Gajah Mati Perlahan Gegara Makan Sampah Plastik
Dunia

Untuk melindungi kelangsungan hidup para gajah ini, pemerintah Sri Lanka telah berusaha dengan mengeluarkan kebijakan impor terhadap banyak produk plastik.

WowKeren - Kawanan gajah kerap berkerumun di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di sekat wilayah cagar alam di Kota Ampara, Sri Lanka. Mirisnya, gajah-gajah ini kerap memakan makanan yang bercampur dengan sisa sampah plastik.

Tentu saja hal ini berbahaya. Dilansir dari BBC News, untuk mencegah kawanan gajah itu mencari makan di antara gunungan sampah plastik, pemerintah setempat telah menggali parit di sekitar tumpukan sampah tersebut.

Adapun penggalian parit ini merupakan langkah lanjutan setelah pagar listrik sepertinya tak mempan lagi. Di Ampara, pagar listrik sebetulnya sudah dipasang di sekitar wilayah TPA untuk mencegah gajah masuk.

Plastik dari TPA diketahui sebagai pembunuh gajah liar, yang jumlahnya diperkirakan sekitar 7.500 ekor di Sri Lanka. Cagar alam di Ampara telah menjadi habitat bagi 300 ekor gajah.

Untuk melindungi kelangsungan hidup para gajah ini, pemerintah Sri Lanka telah berusaha dengan mengeluarkan kebijakan impor terhadap banyak produk plastik.


"Tidak ada rencana atau sistem yang memadai untuk ini," kata P H Kumara, anggota kelompok tani setempat, kepada Reuters. Warga setempat tidak sepenuhnya yakin dengan upaya pemerintah untuk menjaga gajah-gajah itu.

Berdasarkan kelompok aktivis lingkungan, di Sri Lanka disinyalir ada sekitar 361 ekor gajah yang mati sepanjang 2019. Yang mana, angka ini merupakan jumlah terbanyak yang dicatat Sri Lanka sejak 1948 lalu.

Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh ulah manusia. Meski gajah menjadi hewan yang dihormati di Sri Lanka, namun sejumlah petani justru menganggap keberadaan mereka sebagai hama.

Seperti di Ampara misalkan, gajah-gajah ini kerap terlibat konflik dengan penduduk setempat saat mencari makan.

"Gajah-gajah liar yang datang ke TPA diam di sini siang dan malam," kata Kumara. "Mereka kemudian pergi ke desa sekitar dan mengganggu warga desa, properti dan lahan pertanian mereka."

Alhasil, konflik-konflik yang terjadi pun berujung pada kian berkurangnya jumlah populasi gajah. "Hasilnya ialah konflik manusia-gajah semakin memburuk dan kita kehilangan gajah-gajah yang merupakan aset nasional," imbuhnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts