Nantinya, burung-burung ini akan dilepas untuk memakan hama dan rumput liar selama 4 jam setiap harinya. Untuk memelihara burung juga telah disiapkan pawang.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 28 Desember 2020 - 13:26 WIB
WowKeren - Lapangan latih Jakarta International Stadium (JIS) telah secara resmi dibuka untuk umum. Adapun lapangan ini mengusung konsep green building.
Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, selaku pelaksana proyek, mengatakan pihaknya menggunakan dua macam rumput untuk ditanam di lapangan, yakni rumput asli dan sintetis. Namun khusus untuk perawatannya, menggunakan sistem yang alami.
Adapun sistem alami yang dimaksud adalah dengan memanfaatkan burung-burung. Mereka menggunakan burung kaki bayam untuk memakan rumput liar dan hama yang ada di lapangan. Sehingga perawatan lapangan tidak perlu menggunakan pestisida.
"Untuk lapangan latih perlu kami sampaikan, rumput hybrid alami dan sintesis dan peliharaannya sudah mengacu green building," kata Dwi, Senin (28/12). "Enggak pakai pestisida, jadi optimalkan peran alam, burung kaki bayam yang basmi hama ulat di rumput."
Nantinya, burung-burung ini akan dilepas untuk memakan hama dan rumput liar selama 4 jam setiap harinya. Untuk memelihara burung pihaknya juga menyiapkan pawang. rencananya akan ada 5 hingga 10 burung yang dilepaskan untuk merawat rumput.
"Jadi kalau jumlah itu mungkin sekitar 5 sampai 10, dan sehari biasanya burung ini bekerja 4 jam," ujar Dwi menjelaskan. "Either pagi atau sore. Biasanya pagi masih ada embun, dan ini kita pelihara ada kandangnya, ada pawangnya. Kita pelihara seperti burung biasa."
Lebih lanjut, ia mengatakan jika burung yang dipilih sudah dijinakkan. Adapun pelibatan burung dalam proses perawatan bangunan sudah menjadi syarat untuk mengusung konsep green building.
"Namanya burung kaki bayam. Jadi memang sudah agak jinak. Jadi ini memang syarat yang diminta requirement standar untuk dapatkan green building," tambahnya lagi. "Jadi perawatan rumput tidak menggunakan pestisida untuk matikan gulma."
(wk/zodi)