Baru Terungkap, Syekh Ali Jaber Jadi WNI Berkat Buah Tangan SBY
Selebriti
Syekh Ali Jaber Meninggal

Berbagai fakta mengenai kehidupan Syekh Ali Jaber terus bermunculan. Salah satunya adalah momen saat almarhum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) berkat SBY.

WowKeren - Cerita-cerita tentang kenangan Syekh Ali Jaber terus bermunculan sejak mendiang meninggal dunia pada Kamis (14/1) lalu. Setelah kisah kebaikan hatinya, orang terdekat mengungkapkan kisah yang jarang diketahui publik terkait momen saat Syekh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Asisten pribadinya, Ustaz Iskandar menceritakan Ali Jaber datang ke Indonesia pada 2008 silam dengan satu tujuan. Ulama karismatik kelahiran Madinah itu ingin mengajar Alquran di Tanah Air.

Ali Jaber pun menjadi seorang pengajar dan pendakwah di Lombok. Namun, kala itu Ali Jaber sama sekali tidak berpikiran jika dirinya akan menjadi seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

”Ya beliau kan dakwah di Indonesia ini niatnya mengajar Alquran,” ungkap Iskandar di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten seperti dilansir dari Detik, Selasa (19/1). “2008 itu sudah masuk (Indonesia) bahkan sebelum itu beliau di Lombok pun sama mengajar, dakwah, syiar. Tapi belum terkenal seluruh Indonesia.”

Tak disangka, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI melihat dedikasi yang ditunjukkan Ali Jaber. Ia kemudian memberi Ali Jaber penghargaan sebagai kewarganegaraan Indonesia.


Menurut Iskandar, penghargaan dari pemerintah itu yang mengubah jalan hidup Ali Jaber. Almarhum kemudian memutuskan untuk menjadi WNI dan telah tinggal di Indonesia selama 12 tahun lamanya.

”Secara pribadi nggak ada keinginan dan di luar anugerah dari Allah bisa mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (saat itu) diberikan kewarganegaraan, kayak naturalisasi,” kenang Iskandar. “Iya, bukan karena keinginan beliau. Itu penghargaan dari pemerintah saat itu.”

”Ya menerima penghargaan dengan senang hati,” sambungnya. “Dengan banggalah mendapatkan kehormatan walaupun berat karena Syekh Ali berjuang atas nama Indonesia.”

Kedatangan Syekh Ali Jaber ke Indonesia pertama juga karena berniat mengunjungi kerabatnya. Setelah melihat Indonesia, ia merasa bahagia dan sering dakwah di sejumlah pelosok Tanah Air.

”Pertama Syekh Ali merasa beliau kembali lagi ke Indonesia karena ada history keturunan darah Indonesia,” kata Iskandar. “Kakek neneknya Indonesia.”

”Ya alhamdulillah selalu diberikan kemudahan ya, diberikan kemudahan,” sambungnya. “Kalau suka duka banyak hal tapi sejauh ini sampai akhir hayatnya Syekh Ali merasa diberikan kemudahan terus untuk berdakwah.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts