Harus Rutin Dibersihkan, Ini 7 Bakteri Berbahaya yang Mungkin Menempel di Ponselmu
pexels.com/Giftpundits.com
Tekno

Ponsel yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat menempelnya bakteri. Ada berbagai jenis bakteri tak kasat mata yang menempel di sana dan bersifat membahayakan.

WowKeren - Memang harus diakui jika kehadiran ponsel telah memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya gadget kita tak perlu khawatir akan ketinggalan informasi terbaru mengenai apa yang sedang ramai diperbincangkan. Selain itu, ada banyak aktivitas lainnya yang bisa dilakukan secara lebih praktis dengan adanya ponsel.

Tak heran jika seakan-akan kita tak bisa lepas dari yang namanya ponsel. Ke mana pun pergi, ponsel harus selalu ada di genggaman tangan. Bahkan saat makan sekalipun, bisa jadi kita tidak bisa untuk tidak melihat layar ponsel barang sejenak. Tanpa disadari, telapak tangan kita yang memegang ponsel sebelumnya telah menyentuh benda lain yang mungkin saja mengandung bakteri.

Tentu saja, bakteri yang tak kasat mata ada dimana-mana, bukan? Tak terlihat bukan berarti tak ada. Begitu juga dengan permukaan layar ponselmu. Meskipun kelihatannya bersih, bisa jadi ada bakteri bersarang di sana yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Berikut beberapa jenis bakteri yang mungkin menempel di ponselmu jika kamu tak rajin membersihkannya.

(wk/zodi)

1. Escherichia coli


Escherichia coli
wikimedia.org

Nama bakteri ini sudah pasti tak asing lagi di telinga kamu, bukan? Pada dasarnya, bakteri ini hidup dalam usus manusia untuk menjaga kesehatan pencernaan. Meski tidak berbahaya, ada beberapa jenis dari bakteri ini yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Meski jarang terjadi, ponsel dapat terinfeksi dengan untaian yang sangat jahat yang disebut E. coli O157: H7. Ini adalah versi patogen yang bisa menyebabkan gangguan kram parah, diare dan muntah. E.coli banyak ditemukan pada perangkat mobile yang kurang dijaga kebersihannya.

2. Staphylococcus aureus


Staphylococcus aureus
wikimedia.org

Seperti jenis bakteri umum lainnya, tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh Staphylococcus aureus bergantung pada strain yang dimilikinya. Beberapa jenis S. aurea dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius. Misalnya Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang bisa menyebabkan bisul pada kulit.

Dalam studi yang dilakukan pada taun 2009, ahli mikrobiologi Turki menemukan bahwa lebih dari setengah dari 200 ponsel pekerja perawatan kesehatan yang mereka uji terkontaminasi oleh Staphylococcus aureus. Yang mana, 38 persen di antaranya terpapar MRSA.

3. Molds


Molds
wikipedia.org

Siapa sangka jika jamur juga bisa kamu temukan pada permukaan ponsel. Jenis jamur yang mungkin menginfeksi ponselmu adalah kapang (mold). Sepuluh persen ponsel yang diuji dalam penelitian petugas kesehatan Turki diketahui terkontaminasi jamur ini.

Jamur ini biasanya tumbuh pada permukaan makanan dan membuatnya berbau. Pada tubuh manusia, infeksi jamur ini bisa menyebabkan gangguan sistem pernapasan, hidung tersumbat, sesak napas, dan kasus yang lebih parah infeksi paru.

4. Jamur Ragi


Jamur Ragi
wikipedia.org

Ragi atau sering juga disebut yeast banyak dimanfaatkan untuk pembuatan kue. Meski demikian, bukan berarti hal yang baik jika ragi berkumpul di ponselmu.

Studi di Turki menyebutkan jika sekitar 1,5 persen dari ponsel yang diuji mengandung jamur ini. Ragi adalah salah satu jenis jamur yang bisa hidup di mana saja di bagian tubuh manusia. Infeksi jamur ini bisa menyebabkan rasa gatal yang luar biasa pada kulit maupun alat kelamin wanita.

5. Clostridium difficile


Clostridium difficile
cdc.gov

Satu lagi bakteri yang mungkin menempel di ponselmu jika kamu tak rajin membersihkannya adalah Clostridium difficile. C. difficile diketahui bisa menyebabkan demam, mual, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan. Bakteri ini banyak ditemukan menyebar di rumah sakit.

Infeksi Clostridium difficile disebarkan oleh spora bakteri yang ditemukan di dalam tinja. Meski infeksi hampir tidak mungkin ditemukan pada orang sehat namun tetap dianjurkan untuk membersihkan ponsel sebagai langkah pencegahan. Pakar teknologi menyarankan untuk mengelap ponsel menggunakan kain yang sudah dibasahi larutan alkohol isopropil dan air suling.

6. Pseudomonas aeruginosa


Pseudomonas aeruginosa
cdc.gov

Disebut juga patogen oportunis, Pseudomonas aeruginosa hanya membutuhkan sedikit nutrisi untuk hidup sehingga mampu bertahan di hampir semua jenis kondisi lingkungan. Bakteri ini bisa ditemukan pada peralatan rumah sakit, kolam renang publik, dan ponsel.

Penelitian yang dilakukan di Nigeria menemukan bahwa bakteri ini banyak menempel di gadget. Bakteri ini memiliki kemampuan luar biasa untuk melawan pengobatan setelah infeksi. Infeksi yang lebih parah biasanya terjadi di rumah sakit dan terutama di antara pasien perawatan intensif.

7. Coagulase Negative Staphylococci (CoNS)


Coagulase Negative Staphylococci (CoNS)
wikipedia.org

Coagulase Negative Staphylococci (CoNS) cukup resistan terhadap antibiotik. Bakteri ini banyak ditemukan pada kulit manusia dan saluran vagina. Dibanding Staphylococcus aureus, Coagulase Negative Staphylococci tidak lebih berbahaya namun bakteri ini menjadi penyebab umum infeksi aliran darah.

Melansir CDDEP, CoNS dianggap bertanggung jawab sebagai penyebab 30 persen infeksi darah terkait perawatan kesehatan. Bakteri ini juga ditemukan pada ponsel. Penelitian pada tahun 2011 menemukan jika 15 persen dari 100 ponsel siswa yang dipilih dinyatakan positif CoNS.

Cukup mengerikan, bukan? Padahal, ponsel adalah benda yang boleh dibilang paling dekat dengan kita. Oleh sebab itu, sangat diunjurkan untuk membersihkan ponsel secara berkala. Kamu bisa melihat tipsnya di artikel ini. Intip juga ide-ide kreatif yang bisa kamu lakukan pada ponsel bekas jika tidak ingin segera menjualnya di sini.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait