Meskipun makanan laut sangat lezat dan mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh, kamu juga harus membatasinya karena jika terlalu banyak justru akan mengganggu kesehatan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 02 Februari 2021 - 15:56 WIB
WowKeren - Seafood atau makanan laut adalah makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Ada beragam jenis seafood yang bisa dipilih mulai dari ikan, udang, kepiting, kerang, hingga cumi yang semuanya sangat lezat.
Baik itu diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau digoreng, daging seafood selalu bisa menggugah selera. Karena rasanya yang gurih, seafood juga banyak dijadikan sebagai bahan membuat camilan. Daging makanan laut ini selain lezat juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Namun meski demikian, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik begitu juga dengan konsumsi seafood. Meskipun lezat, kamu juga harus membatasinya karena jika terlalu banyak justru akan mengganggu kesehatan. Berikut tim WowKeren rangkum beberapa risiko yang bisa ditimbulkan jika terlalu banyak mengonsumsi seafood.
(wk/zodi)1. Penumpukan Lemak
Makanan laut mengandung sejumlah nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral. Seafood juga kaya nutrisi yang tidak dimiliki hewan darat seperti asam lemak omega-3. Namun, perlu diperhatikan jika makanan laut juga mengandung kolesterol yang tinggi.
Mengonsumsi udang, kepiting, cumi dan makanan laut lainnya bisa mempercepat pertumbuhan lemak di dalam tubuh. Jika tumpukan lemak sudah sangat banyak bukan tidak mungkin akan menimbulkan gangguan kesehatan karena bisa menghambat peredaran darah.
2. Beberapa Seafood Mengandung Logam Berat
Melansir The Health Site, beberapa kandungan logam seperti timbal, merkuri dan kadmium telah ditemukan di beberapa seafood, terutama yang berada di puncak rantai makanan seperti marlin, tuna, hiu, dan king mackerel. Selain itu, beberapa zat polutan seperti arsenik juga bisa mengontaminasi seafood ini.
Jika konsumsi makanan laut tidak dibatasi apalagi yang mengandung logam berat seperti ikan-ikan di atas, dapat menyebabkan gangguan kesehatan kognitif, mental dan fisik. Keracunan merkuri melalui makanan laut juga dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun pada wanita.
3. Mengandung Parasit
Dalam kondisi tertentu, seafood juga bisa terkontaminasi oleh patogen parasit dari tinja ataupun polusi air yang disebabkan oleh kegiatan industri. Parasit yang dimaksud bisa berupa Anisakis simplex dan cestodes (cacing pita) yang menyebabkan reaksi alergi, luka pada usus, diare dan nyeri di perut.
Dampak ini pada umumnya terlihat pada populasi masyarakat yang gemar mengonsumsi seafood dalam keadaan mentah atau dimasak setengah matang. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, gangguan fungsi hati, diabetes dan orang lanjut usia sangat berisiko terhadap paparan parasit ini.
4. Menyebabkan Infeksi Virus
Siapa sangka jika seafood juga bisa membawa virus seperti norovirus dan hepatitis A. Memang pada umumnya norovirus bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti demam, sakit kepala, diare, mual, sakit perut, dan nyeri tubuh.
Sementara itu, virus hepatitis A dapat menyebabkan infeksi yang dapat berlangsung lama hingga berbulan-bulan. Dalam beberapa kasus (meski jarang terjadi), virus hepatitis A dapat menyebabkan gagal hati akut pada orang dewasa.
5. Mempercepat Proses Penuaan
Beberapa jenis seafood memiliki kandungan sodium yang cukup tinggi. Selain itu, menikmati seafood yang dimasak dengan rasa gurih dan asin bisa memicu terjadinya penuaan ini. Bukan tanpa sebab, masakan yang mengandung sodium dapat membuat tubuh kekurangan cairan sehingga akan menyebabkan dehidrasi.
Sel-sel tubuh yang mengalami dehidrasi tentu tidak akan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Termasuk sel-sel kulit yang jika kekurangan air akan mengalami keriput. Masing-masing seafood memiliki kandungan sodium yang berbeda-beda jadi sebelum mengonsumsi ada baiknya kamu melihat dulu tabel sodiumnya, ya.
6. Gangguan Pencernaan
Pernahkah kamu mengalami sakit perut usai mengonsumsi seafood dalam jumlah banyak? Bisa jadi hal itu disebabkan karena bakteri dari seafood yang kamu konsumsi.
Bakteri dari spesies vibrio, salmonella, shigella, Clostridium botulinum, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, dan Bacillus cereus dapat mencemari makanan laut. Organisme patogen tersebut dapat menyebabkan sejumlah masalah terkait kesehatan lambung seperti diare, mual, muntah, bahkan hingga kram perut.
7. Merusak Sistem Kekebalan Tubuh
Seafood bisa saja mengandung bahan kontaminan organik, yakni bahan kimia alami atau buatan seperti Persistent, Bioaccumulative Toxins (PBTs): dioksin dan senyawa seperti dioksin. Dioksin diketahui menyebabkan rusaknya kekebalan tubuh, fluktuasi hormon, dan kanker. Bahan kimia berbahaya ini juga dapat ditransfer dari ibu ke anak melalui plasenta dan ASI.
Nah, karena sekarang kamu sudah tahu risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan jika terlalu banyak makan seafood, maka sebaiknya mulai batasi konsumsi seafood, ya. Boleh-boleh saja menikmati daging seafood untuk memenuhi kebutuhan gizi tetapi jangan terlalu berlebihan.
Selain seafood, hal yang sama pun juga bisa belaku untuk makanan yang lainnya. Intip artikel ini untuk mengetahui bahaya yang ditimbulkan jika tubuh kelebihan asupan protein. Intip juga tanda-tanda jika tubuh kekurangan protein di sini, ya.