Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik atas kinerja Jokowi di kisaran 62,9 persen, menjadikannya yang terendah bahkan sejak Juni 2016.
- Elvariza Opita
- Senin, 08 Februari 2021 - 20:10 WIB
WowKeren - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkap hasil surveinya atas tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo, Dan meskipun masih di atas kisaran 60 persen, rupanya hasil survei ini disebut-sebut merupakan yang terendah sejak Pemilihan Presiden 2019 silam.
"Mayoritas warga puas dengan kinerja Presiden," tutur Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Senin (8/2). Lebih detail dijelaskan, pada Februari 2021, sebanyak 57,8 persen responden puas dengan kinerja sang presiden, sedangkan 5,1 persen lainnya puas.
Namun capaian ini tetap harus disikapi Jokowi dengan hati-hati, sebab terungkap ada penurunan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 silam. Bahkan persentase 62,9 persen kepuasan publik ini, jelas Burhanuddin, merupakan yang terendah sejak Jokowi memenangkan kembali kesempatan duduk di kursi RI 1 pada 2019 silam.
"Tingkat kepuasan pada kinerja presiden masih tinggi," kata Burhanuddin, dikutip dari Kumparan. "Namun, dibanding setahun yang lalu, tingkat kepuasan tersebut lebih rendah, atau terendah sejak selesai Pemilihan Umum 2019."
Sebagai informasi, pada Februari 2020 lalu, kepuasan publik atas kinerja Jokowi pernah mencapai hampir 70 persen. Sebanyak 11,9 persen mengaku puas dengan kinerja Jokowi, sedangkan 57,6 persen lainnya cukup puas, sehingga totalnya 69,5 persen.
Tak hanya itu, Burhanuddin juga menyoroti adanya peningkatan ketidakpuasan publik atas kinerja Jokowi dalam setahun belakangan. "Dalam setahun terakhir ada kenaikan tingkat ketidakpuasan, dari 28 persen menjadi 35,6 persen," papar Burhanuddin, dikutip dari Detik News.
Bahkan capaian 62,9 persen ini merupakan yang terendah sejak Juni 2016. Sebelumnya Jokowi pernah mencetak rekor terendah tingkat kepuasan publik di angka 65,2 persen pada Juli 2020.
"Ini titik terendah, tingkat kepuasan kepada Pak Jokowi. Bahkan sejak Juni 2016," beber Burhanuddin. "Meskipun tidak terlalu signifikan, tapi lumayan. Tren ini kalau tidak diantisipasi oleh Presiden itu bisa alarm. Karena sebagian dari pendukung loyalnya sudah bergeser."
Survei ini dilakukan pada 1 hingga 3 Februari 2021 dengan metode telepon. Responden berjumlah 1.200 orang yang dipilih secara acak, Metode surveinya simple random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
(wk/elva)