Moeldoko Merasa Ditekan Usai SBY 'Turun Gunung', Andi Arief Balas Demokrat Begini
Twitter/Andiarief__
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko meminta pihak-pihak terkait untuk berhenti menekannya dalam isu kudeta Partai Demokrat yang dinilainya bersifat internal tersebut.

WowKeren - Isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat masih terus menjadi perbincangan. Nama Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko kembali terseret usai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) "turun gunung".

SBY yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat itu menyebut bahwa tindakan Moeldoko terkait isu kudeta ini sangat mengganggu dan bahkan sangat merugikan Presiden Joko Widodo. SBY juga yakin bahwa Moeldoko beraksi tanpa sepengetahuan Jokowi.

Menanggapi SBY, Moeldoko meminta pihak-pihak terkait untuk berhenti menekannya dalam kasus yang dalam pandangannya bersifat internal ini. Bahkan Moeldoko balik mengancam akan melakukan "sesuatu" jika terus ditekan.

Kekinian, politisi Partai Demokrat Andi Arief pun menyampaikan keheranannya atas Moeldoko yang merasa ditekan. Andi mengaku bahwa Moeldoko dan beberapa kader Demokrat masih berupaya melakukan kudeta bahkan setelah AHY menyurati Jokowi.


"Pak Moeldoko, Anda merasa ditekan?" cuit Andi di akun Twitter pribadinya pada Jumat (26/2). "Kita tahu bahkan setelah gerakan kudeta ini terungkap dan Ketum PD mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dan mengeluarkan statement, anda masih terus bergerak bersama segelintir kader yang bersekongkol dg anda. Kok kenapa merasa ditekan."

Andi Arief Balas Moeldoko

Twitter/@Andiarief__

Lebih lanjut, Andi juga sempat mengungkapkan bahwa ada tujuh kader Demokrat yang akan dipecat terkait isu kudeta ini. Andi menyebut bahwa pemecatan tujuh orang tersebut merupakan gelombang pertama. Meski demikian, Andi belum menuliskan siapa saja tujuh kader yang dipecat oleh Dewan Kehormatan Partai tersebut.

"Demi harapan ratusan ribu kader dan jutaan simpatisan dan pemilih, kami mendukung sepenuhnya langkah pemecatan terhadap 7 kader yang dilakukan oleh dewan kehormatan partai," tulis Andi. "Gelombang pertama 7 orang".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts