Arab Saudi Beri Syarat Baru Untuk Calon Jemaah Haji: Wajib Divaksin Corona
Reuters
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali membawa syarat baru untuk para calon jemaah haji sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci, yaitu wajib mendapatkan vaksin virus corona (COVID-19).

WowKeren - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan para calon jemaah haji divaksin virus corona (COVID-19) sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci. "Jemaah calon haji diharuskan divaksin COVID-19 dan hal ini adalah persyaratan utama (untuk mengantongi visa)," demikian isi pernyataan Kementerian Kesehatan Arab Saudi di surat kabar Okaz dikutip dari Reuters, Rabu (3/3).

Seperti yang telah diketahui, Arab Saudi sebelumnya telah menangguhkan akses masuk dari 20 negara dalam upaya untuk mengekang lonjakan kasus virus corona (COVID-19) pada bulan Februari lalu. Adapun 20 negara yang disebutkan adalah Indonesia, Amerika Serikat, Mesir, Uni Emirat Arab, Lebanon, Turki, Inggris, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Portugal, Swedia, Swiss, Argentina, Brasil, Pakistan, India, Jepang, dan Afrika Selatan.

Warga Negara Arab Saudi, serta para diplomat dan pekerja kesehatan dari 20 negara tersebut akan diizinkan masuk sesuai dengan "tindakan pencegahan". Adapun keputusan penangguhan akses masuk ini diumumkan setelah Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq al-Rabiah, memperingatkan bahwa pembatasan virus corona baru dapat diberlakukan jika warga dan penduduk tidak mematuhi pembatasan kesehatan.


Arab Saudi sendiri telah memulai kampanye vaksinasi corona pada 17 Desember 2020 lalu usai menerima pengiriman pertama vaksin corona buatan Pfizer-BioNTech. Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, program vaksinasi tersebut akan diluncurkan dalam tiga fase yang dimulai dengan warga berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang menderita penyakit kronis atau yang berisiko tinggi terkena infeksi. Namun Kemenkes Arab Saudi bulan lalu menyatakan pihaknya terpaksa memperlambat peluncuran karena penundaan pengiriman vaksin.

Terkait pelaksanaan haji, di tahun 2020 lalu Arab Saudi memberi izin dengan membatasi jumlah jemaah hanya sekitar seribu orang. Mereka yang bisa berhaji tahun lalu dipilih oleh pemerintah Saudi.

Ibadah haji setiap tahun diperkirakan diikuti oleh dua juta calon jemaah. Pelaksanaan ibadah haji menjadi salah satu pemasukan utama bagi pemerintah Saudi.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts