Jelang Olimpiade Tokyo, Panitia 'Kode' Bakal Gelar Tanpa Penonton Luar Negeri
Unsplash/Kyle Dias
Dunia

Olimpiade Tokyo sedianya digelar pada musim panas mendatang. Namun dengan kondisi wabah COVID-19 yang belum teratasi, tampaknya olimpiade digelar tanpa penonton dari luar negeri.

WowKeren - Pandemi COVID-19 menyebabkan pelaksanaan Olimpiade Tokyo jadi diundur sampai ke tahun 2021. Dan dengan situasi pandemi yang belum teratasi, tampaknya penyesuaian akan kembali dilakukan.

Kali ini aspek penonton luar negeri yang akan "dikorbankan". Sebab Presiden Panitia Pelaksana Olimpiade Tokyo yang baru, Seiko Hashimoto, mengode olimpiade akan digelar tanpa menghadirkan penonton dari luar negeri.

"(Menolak penonton luar negeri dilakukan) jika situasi semakin pelik dan membahayakan untuk warga Jepang sendiri," ujar Hashimoto setelah menggelar diskusi daring dengan Presiden Panitia Olimpiade Internasional Thomas Bach. "Ini situasi yang kami sangat harapkan tidak terjadi."

Namun desas-desus olimpiade digelar tanpa penonton terutama dari luar negeri ini sebelumnya sudah meramaikan media pemberitaan Jepang. Surat kabar Mainachi misalnya, pada Rabu (3/3) kemarin mengabarkan bahwa otoritas terkait telah memutuskan untuk tidak membuka pintu bagi penonton asing.

"Dalam situasi seperti ini sangat tidak mungkin membawa penonton asing," demikian kutipan isi surat kabar Mainachi yang mengaku mendapat keterangan dari pejabat anonim. Bach pun ikut menegaskan pernyataan panitia Jepang ini.


"Kami akan fokus pada bagian intinya," tegas Bach, dikutip dari The Guardian, Kamis (4/3). "Ini artinya kami akan fokus pada kompetisi, ini harus menjadi fokus utama. Dalam kondisi seperti ini jelas kami harus membuat skala prioritas."

Keputusan untuk menolak penonton dari luar negeri ini sendiri menjadi kontroversi. Pasalnya saat ini publik Jepang pun masih menolak ide menggelar Olimpiade Tokyo pada musim panas mendatang, dengan mayoritas mendesak agar pertandingan olahraga itu ditunda atau dibatalkan.

Olimpiade Tokyo sedianya akan melibatkan 11 ribu atlet dan 4.400 atlet paralimpik. Selain itu ada pula puluhan ribu pelatih, juri, sponsor, media, dan VIP.

Sebagai langkah pencegahan, Bach mendorong Panitia Olimpiade Tokyo untuk memvaksinasi para atlet yang terlibat. "Saya berharap partisipan yang hadir di Tokyo, sebanyak mungkin di antara mereka sudah divaksin," kata Bach.

Rencana lain adalah dengan mengisolasi atlet di sebuah wilayah khusus di Tokyo Bay. Mereka dipastikan akan hidup "dalam gelembung" sejak tiba hingga meninggalkan Jepang.

Yang pasti, Hashimoto memastikan tidak ada gagasan menggelar olimpiade tanpa penonton sama sekali. Keputusan pastinya akan disampaikan pada akhir April 2021. "Kami tidak akan mengambil keputusan kecuali publik meyakini persiapan kami sudah cukup," pungkas Hashimoto.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts