Kaji Obat COVID-19 Oral, Perusahaan Farmasi Jerman Beri Hasil Menjanjikan
unsplash.com/thisisengineering
Dunia
Pandemi Virus Corona

Perusahaan farmasi raksasa Jerman, Merck dan mitranya dari Amerika Serikat melaporkan hasil yang menjanjikan terkait uji coba obat yang diberikan secara oral untuk melawan COVID-19 yang diumumkan pada Sabtu (6/3) lalu.

WowKeren - Vaksin disebut-sebut menjadi satu-satunya cara yang digunakan untuk mengatasi pandemi virus corona (COVID-19) di seluruh dunia. Namun, baru-baru ini sebuah obat COVID-19 yang diproduksi oleh salah satu perusahaan farmasi raksasa juga tengah diuji coba.

Menurut data yang didapatkan dari uji coba memberikan hasil yang menjanjikan. Dikutip dari Medical Xpress, Senin (8/3), perusahaan farmasi Jerman, Merck dan mitranya dari Amerika Serikat melaporkan hasil yang menjanjikan terkait uji coba obat yang diberikan secara oral untuk melawan COVID-19 yang diumumkan pada Sabtu (6/3) lalu.

Para peneliti di perusahaan farmasi ini mengatakan bahwa obat COVID-19 oral tersebut dapat membantu mengurangi viral load atau jumlah virus corona pada pasien yang terinfeksi COVID-19. "Pada saat ada kebutuhan yang tidak terpenuhi untuk perawatan antivirus terhadap SARS-CoV-2, kami didorong oleh data awal ini," kata Wendy Painter, kepala petugas medis dari perusahaan AS, Ridgeback Biotherapeutics.

Pada Januari lalu, Merck menghentikan pekerjaan mereka pada dua kandidat vaksin COVID-19. Namun, ia masih meneruskan penelitian terhadap dua produk untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut.


Termasuk di antaranya, produk obat berbasis pil yang disebut molnupiravir, yang telah dikembangkan bersama Ridgeback Biotherapeutics. Obat COVID-19 tersebut menyebabkan penurunan yang signifikan pada viral load virus corona yang menginfeksi pasien setelah lima hari pengobatan dengan obat ini dilakukan. Hal itu disampaikan pihak Merck dalam suatu pertemuan dengan para ahli penyakit menular.

Uji klinis pada obat memiliki tiga tahapan sebelum suatu produk dapat disetujui. Pada uji coba fase 2a, dilakukan terhadap 202 orang dengan gejala COVID-19, namun tidak dirawat di rumah sakit.

Menurut Ridgeback, data menunjukkan tidak ada peringatan dalam hal keamanan, dan dari empat efek samping serius yang dilaporkan, tidak ada yang dianggap terkait penggunaan obat COVID-19 ini. Obat COVID-19 oral antivirus seperti oseltamvir (Tamiflu) dan zanamivir (Relenza), terkadang diresepkan untuk flu musiman.

Akan tetapi, para peneliti belum menemukan sesuatu yang serupa dari obat-obat tersebut untuk melawan infeksi virus corona. "Penurunan viral load yang lebih cepat di antara orang dengan COVID-19 tahap awal yang diobati dengan molnupiravir, merupakan temuan studi yang menjanjikan," kata William Fischer, ketua peneliti penelitian dan profesor kedokteran di University of North Carolina. "Jika didukung oleh studi tambahan, (mereka) dapat memiliki implikasi kesehatan masyarakat yang penting, terutama karena virus SARS-CoV-2 terus menyebar dan berkembang secara global."

Tak cukup sampai di situ, farmasi raksasa Merck juga sedang mengerjakan pengobatan COVID-19 oral lainnya yang disebut MK-711. Berdasarkan hasil awal uji klinis dari obat COVID-19 yang dikembangkan perusahaan farmasi Jerman tersebut menunjukkan penurunan risiko kematian akibat COVID-19 hingga lebih dari 50 persen.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts