Waduh! Vaksin COVID-19 Dijual Rp 17 Juta Per Dosis di Dark Web
Pexels/Maksim Goncharenok
Dunia
Vaksin COVID-19

Perusahaan keamanan siber, Kaspersky menemukan iklan untuk tiga vaksin COVID-19 utama, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna yang dijual dengan harga berkisar Rp 17 juta di pasar gelap.

WowKeren - Seluruh negara di dunia saat ini tengah menjalankan program vaksinasi virus corona (COVID-19) untuk menangani pandemi yang telah berjalan selama setahun. Seperti yang diketahui, pembelian serta pendistribusian vaksin telah dikawal dengan ketat agar sampai di tangan yang tepat.

Namun, tak jarang vaksin COVID-19 tersebut jatuh ke tangan yang salah seperti oknum-oknum penjual di pasar gelap atau dark web. Menurut perusahaan keamanan siber, Kaspersky sejumlah oknum scammers dan penjual mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari vaksin COVID-19.

Peneliti Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda di Darknet dan menemukan iklan untuk tiga vaksin COVID-19 utama, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin COVID-19 yang tidak terverifikasi.

Pakar keamanan di Kaspersky Dmitry Galov menerangan, siapa pun dapat menemukan apa saja di dark web. “Jadi tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan proses vaksinasi yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia saat ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/3).

Menurut Kaspersky, mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Mereka biasanya mematok harga per dosisnya sekitar USD 250-USD 1.200 (Rp 3,6 juta-Rp 17 juta), dengan rata-rata sekitar USD 500 (Rp 7,2 juta).

Komunikasi penjualan dilakukan melalui aplikasi pesan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram. Sementara pembayaran diminta dalam bentuk mata uang kripto, terutama bitcoin.


Menurut Galov, selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik COVID-19, dan banyak di antaranya berhasil. Saat ini, tidak hanya orang-orang yang menjual dosis vaksin, tapi juga menjual “catatan vaksinasi”—sebuah potongan kertas yang dapat membantu siapa pun bepergian dengan bebas.

“Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap ‘kesepakatan' yang terkait dengan pandemi," terangnya. "Dan, tentu saja, membeli vaksin dari forum darknet bukan ide yang baik."

Mayoritas penjual underground ini sudah melakukan sekitar 100-500 transaksi, menunjukkan mereka telah menyelesaikan penjualan. Namun, kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya.

Dengan informasi yang ada, para ahli Kaspersky belum mengetahui berapa banyak dari dosis vaksin yang diiklankan secara online adalah dosis yang tepat. Termasuk berapa banyak iklan yang merupakan penipuan.

Bahkan jika menerima sesuatu melalui pos, kemungkinan besar informasi yang diterima bukan merupakan dosis yang efektif dan valid. “Dan yang terpenting, mendapatkan dosis seperti itu adalah ilegal,” kata Galov.

Tak hanya itu, Kaspersky juga memberikan tips untuk tetap aman dari scammer selama pandemi COVID-19. Perusahaan yang berkantor pusat di Moskow, Rusia itu merekomendasikan agar jangan pernah membeli produk, termasuk vaksin, di darknet.

Apabila melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan COVID-19, sebaiknya diperhatikan baik-baik URL situs yang dikunjungi. Jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, kemungkinan phishing. "Jangan pernah memasukkan informasi pribadi di situs semacam itu," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts