Ilmuwan Tengah Bersiap Lakukan Uji Coba Vaksin COVID-19 Bentuk Pil Untuk Manusia
Piqsels
Health
Vaksin COVID-19

Perusahaan Oravax berencana memulai uji klinis tahap pertama vaksin COVID-19 oral berbentuk pil ke manusia. Rencananya, pelaksanaan uji klinis bakal dimulai pada bulan Juni.

WowKeren - Selain vaksin yang biasa disuntikan, para peneliti tengah meneliti untuk membuat vaksin dalam bentuk lain. Salah satunya bentuk pil.

Vaksin COVID-19 dalam bentuk pil ini akan memasuki uji coba klinis tahap I tahun ini. Adalah perusahaan Oravax yang berencana memulai uji klinis tahap pertama pada manusia tersebut. Untuk pelaksanaannya bakal dimulai pada bulan Juni.

Dalam langkah paling awal dari pengembangan vaksin itu tidak ada jaminan keberhasilan. Namun, jika berhasil memerlukan waktu setidaknya satu tahun atau lebih sebelum pil vaksin diizinkan untuk digunakan.

Sebagai perbandingan, vaksin Moderna dan Pfizer memulai uji coba pertama pada manusia masing-masing pada Maret dan Mei 2020. Oravax merupakan usaha patungan oleh dua firma, yaitu perusahaan Israel-Amerika Oramed dan perusahaan India Premas Biotech.

Vaksin oral adalah salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan untuk vaksin generasi kedua, yang dirancang agar lebih berskala, lebih mudah diberikan, dan lebih sederhana untuk didistribusikan. "Vaksin oral berpotensi untuk memungkinkan seseorang mengambil sendiri vaksin itu di rumah," kata Nadav Kidron, CEO Oramed dikutip dari Science Alert, Selasa (23/3).


Menurut laporan Jerusalem Post, vaksin tersebut dapat didistribusikan dalam lemari es normal dan disimpan pada suhu kamar. Itu membuatnya lebih mudah secara logistik untuk mendapatkan vaksin di mana pun di seluruh dunia.

Namun, pembuatan vaksin COVID-19 oral membutuhkan tingkat kehati-hatian yang tinggi. "Kami membutuhkan studi yang benar untuk membuktikan manfaat vaksin oral. Tapi vaksin itu mungkin juga bermanfaat pada orang yang sangat fobia jarum dan mungkin lebih mudah serta lebih cepat untuk diberikan," kata Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia.

Vaksin oral juga dapat menawarkan manfaat lain dibandingkan vaksin yang disuntikan di lengan. Menurut Hunter, vaksin sistemik (suntikan di lengan) umumnya sangat baik dalam mencegah penyakit yang parah, tetapi seringkali tidak baik dalam mencegah infeksi.

Seperti yang telah diketahui, infeksi COVID-19 pertama kali terjadi di hidung dan tenggorokan, vaksin yang difokuskan pada area tersebut akan membantu menghentikan infeksi sebelum berkembang menjadi lebih buruk.

Meski akan diuji klinis, data tentang vaksin Oravax tersebut belum dipublikasikan hingga kini. Meski hasil penelitian pada hewan sangat menjanjikan, tetapi hasilnya belum tentu sama pada manusia.

Selain berbentuk pil, mereka juga tengah membuat vaksin jenis semprotan melalui hidung. Ilmuwan juga mempelajari apakah vaksin dapat digunakan melalui patch.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts