Roy Suryo dan dr Tifa ditangkap Polda Metro Jaya terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.
- Jumat, 19 Juni 2026 - 19:04 WIB
WowKeren - Polda Metro Jaya telah resmi menangkap Roy Suryo dan dr Tifa, terkait kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo. Penangkapan ini merupakan bagian dari proses hukum yang telah berjalan dan dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, penangkapan dilakukan oleh penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukanlah tindakan yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari proses hukum yang telah dimulai sebelumnya. Berkas perkara yang berkaitan telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh kejaksaan pada awal bulan Juni 2026.
"Sebagai penegasan, penangkapan ini bukan tindakan yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari proses yang telah berjalan, berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan," ungkap Budi Hermanto. Kejaksaan juga menyatakan bahwa alat bukti yang ada telah memenuhi syarat untuk setiap tahapan hukum yang berlaku.
Budi Hermanto menambahkan, "Dengan demikian langkah ini menjadi dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan." Penangkapan terhadap Roy Suryo dan dr Tifa ini tidak ditujukan kepada pribadi atau pandangan seseorang, tetapi lebih kepada perbuatan yang diduga melanggar ketentuan pidana.
Proses penanganan kasus ini diharapkan berjalan dengan profesional, proporsional, dan terukur. Polda Metro Jaya juga menekankan bahwa penangkapan yang dilakukan bukanlah sebuah vonis. "Penangkapan adalah bagian dari proses hukum yang sah, dan setiap orang yang berstatus tersangka telah dilindungi oleh azas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum yang tetap," jelasnya.
Berikut video yang diunggah terkait penangkapan ini:
Dari kasus ini, banyak pihak yang memperhatikan bagaimana penanganan hukum terhadap tokoh publik seperti Roy Suryo dan dr Tifa. Kasus ini tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga berdampak pada persepsi publik terhadap integritas institusi pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin negara.
Seiring dengan berjalannya proses hukum, masyarakat menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus ini. Apakah penangkapan ini akan berujung pada proses pengadilan yang lebih panjang atau akan segera berakhir dengan putusan yang jelas? Hanya waktu yang bisa menjawab semua pertanyaan ini.
(wk/timw)