Di era globalisasi seperti sekarang ini, masyarakat memang disuguhkan dengan kemajuan teknologi yang luar biasa. Sektor keuangan pun juga mengalami kemajuan teknologi finansial atau yang biasa disebut fintech.
- Wahyu
- Rabu, 24 Maret 2021 - 15:02 WIB
WowKeren - SMS bernada tawaran pinjaman dana cepat memang marak diterima masyarakat Indonesia pengguna ponsel. SMS senada tampaknya juga diterima oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengaku kesal selalu menerima SMS tawaran pinjaman dana cepat setiap hari. Bahkan ia juga mengaku setiap harinya menghapus pesan dari nomor-nomor yang tidak dikenal.
"Sekarang banyak yang tawarkan, 'Anda butuh dana cepat? Anda butuh satu juta, lima juta, kalau kamu punya BPKB, rumah, jaminan dan sebagainya' itu HP saya tiap hari harus hapus-hapus kayak gitu," ujar Sri Mulyani saat melakukan webinar "Indonesia Data and Economic Conference 2021", Selasa (23/3).
Sri Mulyani menganggap adanya SMS-SMS seperti itu merupakan dampak dari kemajuan teknologi finansial atau yang biasa disebut dengan fintech. Dengan adanya fintech ini membuat masyarakat lebih mudah dalam mencari pinjaman. Hanya dari gawai, mereka sudah bisa mendapatkan pinjaman dana.
Akan tetapi, meminjam dana melalui fintech dapat berakibat negatif jika tidak diawasi. Maka dari itu, Sri Mulyani meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus melakukan edukasi agar masyarakat mengetahui fintech yang legal dan ilegal.
"Kita harus memonitor agar development bisa ciptakan edukasi," terang Sri Mulyani. "OJK harus katakan produk-produk yang diawasi dan tidak diawasi, fintech sekarang sudah muncul orang seperti tengkulak, sekarang tengkulaknya sudah coming to your handphone."
Kendati demikian, Sri Mulyani tidak memungkiri jika kemajuan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Ia pun berpendapat dengan banyaknya platform digital bisa meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
Sebagai Menteri Keuangan yang membuat kebijakan, Sri Mulyani menerima adanya kemajuan dan perkembangan tersebut. Ia pun akan berusaha untuk mengimplementasikannya terhadap sektor keuangan. Selain itu, ia juga terus melakukan upaya perbaikan agar ekosistem keuangan bisa berjalan dengan baik mengikuti perkembangan yang ada.
"Saya sangat humble, even though saya sudah lama menjadi Menteri Keuangan, kita akan perbaiki ekosistem kita, saya humble dengan fenomena ini," pungkas Sri Mulyani.
(wk/wahy)