Makin Tak Pandang Bulu! Polisi Myanmar Tega Tembak Mati Anak Umur 7 Tahun
Reuters
Dunia

Polisi Myanmar dilaporkan menembak seorang gadis berusia 7 tahun di Mandalay. Sudah ratusan nyawa menjadi korban usai massa memprotes aksi kudeta oleh junta militer.

WowKeren - Krisis yang terjadi di Myanmar sejak awal Februari 2021 lalu belum juga menemui titik terang. Junta militer diketahui menggulingkan paksa kepemimpinan Aung San Suu Kyi dan kubunya, hingga kini berbuah aksi protes massa dalam skala besar yang sayangnya diimbangi dengan tindak represif militer.

Sudah 164 korban jiwa berjatuhan dalam peristiwa kudeta ini, demikian disampaikan oleh otoritas setempat. Angka ini lantas disangsikan oleh aktivis Assistance Assiociation for Political Prisoners (AAPP) yang mencatat setidaknya sudah 261 orang meregang nyawa. Namun yang kemudian menyita perhatian, warga sipil bahkan anak kecil pun ikut menjadi korban.

Adalah Khin Myo Chit, seorang gadis kecil berusia 7 tahun yang ditembak mati ketika polisi mencoba menerobos masuk ke dalam rumahnya di Mandalay, Myanmar. Gadis malang itu tengah berlari ke arah ayahnya ketika peluru tajam yang ditembakkan polisi mengenainya.

Kakak mendiang Khin Myo Chit bercerita bahwa polisi tengah melakukan operasi di sekitar rumah mereka untuk menangkap massa kontra militer dan merampas senjata yang dimiliki. "Mereka menendang pintu rumah kami dan bertanya apakah ada orang lain (selain keluarga kami) di dalam," ujar May Thu Sumaya (25), kakak dari Khin Myo Chit.


Sang ayah, U Maung Ko Hashin Bai sudah menjelaskan tidak ada siapapun selain keluarganya di rumah itu, namun polisi tak percaya. Mereka memaksa menggeledah rumah, yang sayangnya bertepatan dengan Khin Myo Chit yang mencoba berlari ke pangkuan ayahnya.

"Saat itulah mereka menembaknya (Khin Myo Chit)," tutur May Thu Sumaya. Sang ayah pun tak kuasa menahan duka, terlebih jika mengingat kata-kata terakhir putri kecilnya. "'Saya tidak bisa Ayah, ini terlalu menyakitkan'," kata U Maung Ko Hashin Bai, mengulang kembali pernyataan anaknya.

Gadis malang itu pun akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan mencari perawatan di rumah sakit. Tak hanya itu, polisi juga dilaporkan memukuli dan menahan putra U Maung Ko Hashin Bai yang masih berusia 19 tahun. Namun sampai saat ini militer belum memberikan pernyataan soal malang yang menimpa keluarga tersebut.

Kelompok aktivis Save The Children menduga lebih dari 20 anak-anak turut meregang nyawa dalam rangkaian kudeta beserta aksi protesnya ini. Militer sendiri memang tak menutup mata akan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan, namun seperti dikutip dari BBC, militer ikut berduka meski tetap menuding para korban sebagai penyebab anarkisme hingga kekerasan di dalam negeri.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait