Dua remaja asal Indonesia di Amerika Serikat (AS) menjadi korban serangan rasial hingga ditampar dan dipukul oleh sekelompok wanita di Stasiun City Hall, Philadelphia, pada Minggu (21/3).
- Nidya Putri
- Sabtu, 27 Maret 2021 - 10:36 WIB
WowKeren - Dua remaja asal Indonesia di Amerika Serikat (AS) menjadi korban serangan rasial hingga ditampar dan dipukul di salah satu stasiun kereta di Philadelphia. Kedua WNI yang enggan diungkap identitasnya itu menceritakan asal mula kejadian tersebut kepada NBC.
Awalnya, kedua remaja WNI itu tengah menunggu kereta SEPTA di Stasiun City Hall pada Minggu (21/3). Tiba-tiba, empat remaja menghampiri dan mulai melakukan perundungan.
"Satu remaja menampar pipi kanan teman saya dan saya mulai menangis," ujar salah satu remaja WNI itu dalam video yang ditayangkan NBC. "Remaja lainnya kemudian memukul kepala bagian kiri saya beberapa kali sampai saya terjatuh."
NBC juga menayangkan cuplikan video amatir dari kamera ponsel yang menunjukkan satu remaja melontarkan sumpah serapah sembari bertanya alasan anak WNI itu menangis. Salah satu remaja WNI tersebut yakin perundungan itu merupakan bentuk serangan berdasarkan rasial.
Pasalnya, saat itu ada sekitar 15-20 orang lain di stasiun, tapi hanya mereka yang menjadi target. "Mengapa kalian hanya menargetkan orang-orang yang lebih lemah dan yang lanjut usia? Sangat tidak adil," kata remaja itu.
SEPTA sendiri mengakui bahwa serangan berdasarkan rasialisme memang meningkat di stasiun-stasiun tempat mereka beroperasi. "Kepolisian SEPTA juga terus berhubungan dengan aparat keamanan di seluruh negara untuk membahas cara terbaik guna mencegah kekerasan berdasarkan kebencian," ujar juru bicara SEPTA, Andrew Busch, dalam pernyataan yang ditayangkan NBC.
Seperti yang telah diketahui, penyerangan terhadap ras Asia di Negeri Paman Sam telah mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran dari Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Kamala Harris.
Biden bahkan meminta semua penduduk AS bersama-sama melawan hal itu. "Kebencian tidak bisa memiliki tempat berlindung yang aman di Amerika. Itu harus dihentikan. Dan itu ada pada kita semua, kita semua bersama-sama untuk menghentikannya," ujar Biden usai pertemuan pada Jumat (19/3), seperti dikutip dari Reuters.
(wk/nidy)