Tiongkok menjatuhkan sanksi kepada sembilan warga negara Inggris atas tuduhan menyebarkan disinformasi tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur di Negara Tirai Bambu itu.
- Nidya Putri
- Sabtu, 27 Maret 2021 - 11:24 WIB
WowKeren - Tiongkok menjatuhkan sanksi kepada sembilan warga negara Inggris atas tuduhan menyebarkan disinformasi tentang Negara Tirai Bambu itu. Lima dari sembilan orang tersebut merupakan anggota parlemen Inggris.
Sanksi itu menjadi pembalasan atas sanksi oleh pemerintah Inggris pada hari Senin (22/3) atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur. Menteri luar negeri Inggris mengatakan jika Tiongkok ingin "membantah secara kredibel" klaim pelanggaran tersebut maka mereka harus memberikan akses kepada PBB untuk memasuki Xinjiang.
Orang-orang yang menjadi sasaran oleh Tiongkok termasuk mantan pemimpin Partai Konservatif Inggris, Sir Iain Duncan Smith, seorang pengacara dan seorang akademisi. Meski begitu, ia menerima sanksi itu sebagai "tanda kehormatan".
Langkah ini dilakukan Tiongkok usai Uni Eropa menjatuhkan sanksi terkait tuduhan penyiksaan yang dilakukan Negeri Tirai Bambu itu kepada warga Uighur di kamp-kamp di wilayah barat laut Xinjiang. Namun, dengan tegas Tiongkok telah membantah tuduhan tersebut.
Mereka yang mendapatkan sanksi dilarang memasuki Tiongkok, Hong Kong, dan Makau. Properti mereka di Tiongkok juga akan dibekukan dan warga serta institusi-institusi Tiongkok akan dilarang melakukan bisnis dengan mereka.
"Ini merupakan tugas kami, untuk menyerukan pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah China di Hong Kong dan genosida mereka terhadap orang-orang Uighur," ujar Sir lain menanggapi permasalahan ini dikutip dari BBC, Sabtu (27/3). "Kita yang hidup bebas di bawah supremasi hukum harus berbicara untuk mereka yang tidak memiliki suara. Jika hal itu membuat Tiongkok melampiaskan kemarahannya kepada saya, maka saya akan mengenakannya sebagai tanda kehormatan."
Adapun sembilan warga Inggris yang mendapatkan sanksi dari Tiongkok adalah sebagai berikut:
- Anggota parlemen dari Partai Konservatif Sir Iain, Nusrat Ghani dan Tim Loughton, serta dua anggota parlemen lainnya yang bergelar, Baroness Kennedy dan Lord Alton. Mereka adalah anggota Aliansi Antar Parlemen tentang Tiongkok.
- Anggota parlemen dari Partai Konservatif Tom Tugendhat dan Neil O'Brien, yang memimpin Grup Riset Tiongkok.
- Pengacara Sir Geoffrey Nice QC, ketua Tribunal Uighur, yang menyelidiki dugaan kekejaman terhadap kelompok minoritas itu.
- Akademisi Universitas Newcastle Jo Smith Finley yang sedang meneliti soal orang Uighur.