Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Ditahan Sejak Kudeta, Begini Kondisinya Sekarang
AP
Dunia

Junta militer Myanmar telah menahan pemimpin terpilih, Suu Kyi sejak Februari lalu. Hal ini dilakukan junta militer Myanmar untuk menggulingkan kepemimpinan Suu Kyi.

WowKeren - Kudeta Myanmar oleh junta militer yang dimulai sejak 1 Februari lalu sampai saat ini belum juga berakhir. Kudeta tersebut menahan pimpinan Myanmar terpilih yakni Aung San Suu Kyi.

Min Min Soe selaku pengacara dari Suu Kyi mengabarkan bahwa wanita berusia 75 tahun tersebut dalam kondisi baik dan sehat. Menurutnya, Suu Kyi terlihat sehat dan bugar saat sedang melakukan panggilan video dengannya menjelang sidang yang dijadwalkan pada hari ini, Kamis (1/4).

Min Soe diketahui memiliki panggilan akrab untuk Suu Kyi, yakni "Amay". "Amay terlihat sehat, kulitnya bagus," ujarnya saat dihubungi oleh Reuters, Rabu (31/3).

Menurut pengakuan Min Soe, Suu Kyi sebenarnya ingin bertemu dan berbicara langsung dengannya. Tetapi aparat keamanan yang menahannya hanya mengizinkannya untuk bertemu dan berbicara melalui panggilan video di kantor polisi.

Selain ditahan oleh junta militer, Suu Kyi juga dijatuhi sejumlah dakwaan. Saat ini, Suu Kyi didakwa atas empat tuntutan yakni kepemilikan walkie-talkie ilegal, melanggar kebijakan pembatasan virus COVID-19, melanggar Undang-Undang telekomunikasi, hingga niat menyebabkan keresahan publik.


Jika Suu Kyi terbukti bersalah dan dakwaan tersebut benar adanya, maka akan dijatuhi hukuman berupa ancaman tidak bisa lagi berpolitik. Baru-baru ini, junta militer Myanmar kembali menuduh Suu Kyi telah menerima suap dari seorang pengusaha sebesar USD 550 ribu atau sekitar Rp 7,9 miliar antara tahun 2019-2020.

Min Soe selaku pengacara mengatakan jika seluruh tuduhan yang diberikan kepada kliennya itu tidak benar. Ia menganggap setiap tuduhan yang diberikan itu dibuat-buat sebagai lelucon.

Saat ini, Suu Kyi ditahan di tempat yang telah dirahasiakan oleh junta militer. Dalam beberapa persidangan, ia hanya hadir secara virtual melalui panggilan video.

Junta militer melakukan kudeta dengan mengatakan bahwa pemilu yang dilaksanakan pada November lalu ada kecurangan. Mereka menganggap bahwa Suu Kyi beserta partainya telah berlaku curang.

Pihak junta militer menuding ada sekitar 8 juta pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu itu. Akan tetapi, tudingan tersebut dibantah oleh pihak komisi pemilihan. Komisi pemilihan mengatakan tidak ada kecurangan dalam pemungutan suara.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait