AS Peringatkan Rusia Soal Konsekuensi Jika Alexei Navalny Sampai Meninggal di Penjara
Instagram/navalny
Dunia

Menurut dokter, Alexei Navalny yang merupakan tokoh oposisi Rusia, berisiko meninggal akibat serangan jantung yang disebabkan akibat aksi mogok makan sejak 31 Maret lalu.

WowKeren - Sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden beserta menteri luar negeri Prancis dan Jerman memperingatkan Rusia. Mereka menyerukan agar Rusia segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan nyawa kritikus Kremlin sekaligus tokoh oposisi yang dipenjara, Alexei Navalny.

Menurut dokter, Navalny berisiko meninggal akibat serangan jantung yang disebabkan akibat aksi mogok makan sejak 31 Maret lalu. Biden menggambarkan kondisi Navalny kian memburuk, "sama sekali tidak pantas."

AS juga telah memperingatkan Rusia bahwa akan ada "konsekuensi" yang harus dihadapi Negeri Beruang Putih itu jika Navalny meninggal. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, mengatakan bahwa Navalny harus segera mendapatkan perawatan medis yang memadai. "Kami mendesak agar Alexei Navalny menerima perawatan medis yang memadai dan akses ke dokter yang dia percayai," ujarnya.


Kondisi Navalny menjadi perhatian serius bagi negara-negara Uni Eropa. Maas menambahkan bahwa menteri luar negeri Uni Eropa akan segera membahas situasi Navalny di Dewan Urusan Luar Negeri di Brussels. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian telah memperingatkan bahwa Uni Eropa mungkin akan memberlakukan sanksi tambahan.

Pada Minggu (18/4), duta besar Rusia di London Andre Kelin mengatakan kepada BBC bahwa Navalny "tidak akan diizinkan mati di penjara. Menurutnya Navalny telah berperilaku seperti seorang penjahat.

Navalny telah dipenjara sejak Februari dan menjalani hukuman dua setengah tahun atas tuduhan penggelapan. Ia melakukan aksi mogok makan dalam rangka menuntut perawatan medis yang sesuai untuk sakit punggung dan mati rasa di kaki dan tangannya selama penahanan.

Dokter Yaroslav Ashikhmin menyebut jika Navalny dapat meninggal sewaktu-waktu. Hal ini menunjuk pada tingkat kalium pasien yang tinggi pada 7,1 milimol per liter, lebih tinggi dari pada tingkat 6,0 yang biasanya membutuhkan perawatan segera. Sementara itu, tim Navalny telah menyerukan ajakan untuk melakukan protes massal di seluruh Rusia minggu depan. Mereka mengatakan itu bisa menjadi protes terbesar Rusia di era modern.

(wk/zodi)

You can share this post!