Studi Sebut Polusi Suara Lebih dari Sekadar Gangguan, Bisa Pengaruhi Ekosistem
Pexels/Akil Mazumder
Dunia

Di sebuah hutan yang ada di New Mexico yang didominasi oleh pohon pinus pinyon dan juniper, para peneliti menemukan bibit pohon yang jauh lebih sedikit di lokasi yang bising.

WowKeren - Polusi suara memang sangat mengganggu telinga. Namun berdasarkan studi baru-baru ini dampak polusi tersebut bahkan dapat dialami oleh makhluk hidup tanpa telinga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Inside Science, polusi suara sebenarnya dapat menghentikan pertumbuhan hutan. Hal ini mengingat cara makhluk hidup yang saling berkaitan satu sama lain.

Di sebuah hutan yang ada di New Mexico yang didominasi oleh pohon pinus pinyon dan juniper, para peneliti menemukan jumlah yang jauh lebih sedikit dari bibit pohon di lokasi yang bising dibanding di tempat yang tenang. Sehingga studi ini pun menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana nasib area tersebut ke depannya.


"Jika kebisingan tetap ada di sana dalam jangka panjang, apakah kita akan melihat transisi gerak lambat dari hutan pinus pinyon ke semak belukar, dan kehilangan ekosistem penting pinus pinyon yang mendukung begitu banyak satwa liar?" kata Jennifer Phillips, seorang ahli ekologi perilaku di Texas A&M University-San Antonio.

Area studi dipenuhi dengan sumur gas, beberapa di antaranya tidak menimbulkan bunyi dan beberapa di antaranya memiliki kompresor yang menciptakan kebisingan konstan. Di wilayah yang sempat ramai setidaknya 15 tahun, peneliti hanya menemukan sekitar 13 bibit pinyon dan empat bibit juniper per hektar. Sedangkan di area yang tenang mereka menemukan jauh lebih banyak, dengan 55 bibit pinyon dan 29 bibit juniper per hektar.

Menurut Phillips, perbedaan pertumbuhan tanaman kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan perilaku hewan. Kebisingan dapat mengusir hewan yang berperan membantu penyerbukan seperti lebah, kelelawar, dan ngengat. Dalam kasus pohon pinyon dan juniper, masalahnya kemungkinan besar adalah kurangnya hewan untuk menyebarkan benih.

Pinyon hanya menghasilkan biji setiap lima hingga tujuh tahun sekali. Di tempat yang sebelumnya ramai namun menjadi tenang selama dua hingga empat tahun terakhir, juniper kembali bertunas, tetapi bibit pinyon masih langka. Temuan ini menunjukkan jika polusi suara lebih dari sekadar gangguan, namun bisa menjadi ancaman serius dengan kekuatan untuk mengubah ekosistem.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts